Hakim PN Medan Dibunuh 12 hingga 20 Jam Sebelum Diautopsi

Rabu, 4 Desember 2019 19:23 Reporter : Yan Muhardiansyah
Hakim PN Medan Dibunuh 12 hingga 20 Jam Sebelum Diautopsi Mayat Pria di Dalam Mobil Prado. ©2019 Istimewa

Merdeka.com - Polisi memastikan hakim PN Medan, Jamaluddin, merupakan korban pembunuhan. Dia diperkirakan meninggal antara 12 hingga 20 jam sebelum diautopsi.

"Menurut hasil pemeriksaan labfor, karena sudah lewat meninggal kaku mayat dan mulai lembap dan mulai arah pembusukan artinya korban meninggal antara 12 sampai 20 jam," kata Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto seusai bertemu Komisi III DPR di Mapolda Sumut, Rabu (4/12).

Waktu kematian krusial dalam penyelidikan pembunuhan. "Ya kita nanti runut dari sana, pelan-pelan ya," ucapnya.

Agus juga memaparkan hasil pemeriksaan cairan lambung Jamaluddin. Dipastikan tidak ada racun ataupun benda berbahaya lainnya.

"Cairan lambung itu kan yang dicari apa ada racun atau tidak atau ada bahan-bahan lain yang membahayakan atau tidak. (Hasilnya) yang ada hanya kafein sama obat batuk. Berarti yang bersangkutan dalam keadaan normal tidak dalam kondisi mabuk tidak diracun," jelas Agus.

Jenderal berbintang dua ini juga memastikan Jamaluddin dibunuh. "Ya (dibunuh)," ucapnya.

Sejauh ini polisi masih mendalami kasus itu. Sudah 22 saksi yang dimintai keterangan.

Hasil autopsi Jamaluddin ternyata sudah diketahui Humas PN Medan Erintuah Damanik. "Kita mendengar hasil bahwa sebelum autopsi dalam, dinyatakan korban 20 jam sebelumnya sudah meninggal. Itu yang kita dapat informasi. Silakan menafsirkannya," ucap Erintuah kepada wartawan, Rabu (4/12).

Jika Jamaluddin telah meninggal 20 jam sebelum diautopsi, kata Erintuah, koleganya itu diperkirakan sudah tidak bernyawa sekitar pukul 3.00 WIB atau pukul 4.00 WIB. Sebab autopsi berlangsung mulai Jumat (28/11) tengah malam.

"Artinya kalau 20 jam sebelum autopsi sudah meninggal artinya dihitung mundur, berarti meninggal sekira jam 3-4 subuh," sebutnya.

Namun, Erintuah mengaku tidak tahu apakah Jamaluddin dibunuh atau tidak. "Tapi yang jelas (hasil) autopsi (meninggal) 20 jam sebelum outopsi," ucapnya.

Seperti diberitakan, Jamaluddin yang juga menjabat Humas PN Medan ditemukan tidak bernyawa di jok tengah mobil Toyota Land Cruiser Prado dengan nomor polisi BK 77 HD. Kendaraan mewah berisi jasad hakim PN Medan itu didapati di jurang pada areal kebun sawit di Desa Suka Dame, Kutalimbaru, Jumat (29/11).

Bagian depan mobil ringsek karena menghantam pohon sawit. Airbagnya juga terbuka.

Jasad Jamaluddin telah diautopsi di RS Bhayangakara, Medan, Jumat (29/11) malam. Jenazahnya kemudian dibawa untuk dimakamkan di Nagan Raya, Aceh, Sabtu (30/11).

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, kemudian menyatakan Jamaluddin kemungkinan dibunuh. Pelakunya diduga 'orang dekat'.

"Kayaknya tidak jauh. Sementara dugaan kita orangnya tidak jauh," ucapnya di Lapangan Merdeka, Medan, Minggu (1/12). [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini