Hot Issue

Hakim dan Jaksa Disiapkan Safe House, Ferdy Sambo Masih Berbahaya?

Senin, 3 Oktober 2022 09:22 Reporter : Nur Habibie
Hakim dan Jaksa Disiapkan Safe House, Ferdy Sambo Masih Berbahaya? Kebersamaan Brigadir J dengan Irjen Ferdy Sambo. Facebook Roslin Emika ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Hakim pengadilan tengah bersiap. Barisan 30 jaksa juga telah ambil ancang-ancang. Ferdy Sambo cs akan dihadirkan dalam persidangan perkara kematian Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat.

Namun, ada lagi pemeriksaan tambahan jelang sidang Ferdy Sambo cs di kasus kematian Brigadir J. Baik KY (Komisi Yudisial) dan Komisi Kejaksaan (Komjak) (Kejagung) menyiapkan safe house atau rumah aman bagi hakim dan jaksa.

Perlukah safe house tersebut? masih berbahayakah taji Ferdy Sambo hingga hakim dan jaksa harus ditempatkan di safe house?

Peneliti Institute for Security and Strategic Studies (ISeSS) bidang Kepolisian Bambang Rukminto mengaku, mengetahui adanya rumor ancaman dan intimidasi untuk dilakukannya intervensi sejak berkas perkara tersebut diserahkan kepada Kejaksaan Agung.

"Memang ada rumor terkait dengan ancaman dan intimidasi-intimidasi, untuk mengintervensi independensi mereka. Sejak berkas diserahkan pada kejaksaan," kata Bambang saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (1/10).

"Upaya kriminalisasi bagi jaksa maupun hakim bisa saja terjadi," sambungnya.

Selain itu, ia mengungkapkan, penempatan JPU dan Hakim di rumah aman selama mengawal sebuah kasus ternyata sudah pernah dilakukan.

"Pernah, tapi saya lupa tepatnya kapan (JPU dan hakim ditempatkan di safe house)," ungkapnya.

Secara terpisah, Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menyetujui dengan adanya wacana penempatan JPU dan hakim di rumah aman atau safe house. Hal ini disetujui untuk mencegah Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN).

"Saya mendukung adanya safe house untuk jaksa dan hakim. Safe house itu agar mereka tidak berhubungan langsung atau tidak langsung dengan FS maupun jaringannya yang dapat mempengaruhi proses sidang. Safe house ini simbolik, karena potensi ancaman bahaya fisik tidaklah tinggi. Safe house lebih pada pencegahan terjadinya KKN," ujar Sugeng.

Terkait intervensi yang potensi diterima hakim dan jaksa perkara kematian Brigadir J libatkan Ferdy Sambo, Sugeng mengaku belum mendapatkan informasinya.

2 dari 2 halaman

"Belum tahu (adan ancaman intervensi). Saya rasa bukan ancaman, tapi upaya lobby dan pendekatan," kata Sugeng.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) menunjuk 30 Jaksa Penuntut Umum (JPU) menangani perkara Ferdy Sambo Cs dalam kasus dugaan pembunuhan berencana dan Obstruction of Justice dalam kasus pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yoshua Hutabarat. Puluhan jaksa itu rencananya nanti akan ditempatkan di rumah aman atau safe house selama persidangan berlangsung.

Ketua Komisi Kejaksaan (Komjak) Barita Simanjuntak mengatakan, perlu ada langkah dalam menangani perkara Ferdy Sambo Cs. Langkah itu salah satunya dengan menempatkan jaksa di rumah aman untuk menghindari intervensi.

"Iya kan langkah-langkah perencanaan dalam menangani kasus yang menarik perhatian masyarakat kan," kata Barita saat dihubungi merdeka.com, Kamis (29/9).

Menurut dia, langkah penempatan jaksa di safe house itu sekaligus menjawab keraguan masyarakat terkait penanganan perkara pembunuhan Brigadir J.

"Semua mengkhawatirkan adanya intervensi, keragu-raguan. Oleh sebab itu, ini harus dijawab melalui indikator atau standard yang jelas antara lain pemantauan sarana komunikasi, juga termasuk kemungkinan untuk ditempatkan dalam satu tempat di mana pengawasannya bisa efektif dilakukan," ujar dia. [rhm]

Baca juga:
Batal Hari Ini, Polri Limpahkan Tahap II Ferdy Sambo Cs Rabu Besok
Kejagung Koordinasi dengan Polri untuk Keamanan JPU Tuntaskan Kasus Ferdy Sambo
Survei Indikator: Penahanan Putri Candrawathi Tingkatkan Trust Publik kepada Polri
Besok, Ferdy Sambo Cs Diserahkan ke Kejaksaan
Tangis Putri Candrawathi Sebelum Masuk Bui, Bicara Soal Titip Anak jadi Sorotan
Komjak Usul 30 JPU Ferdy Sambo Cs Ditempatkan di Rumah Aman, Ini Respons Kejagung
Putri Candrawathi Ditahan, Kapolri Disebut Penuhi Rasa Keadilan Publik

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini