Hajar Terduga Pelaku Pencabulan Keponakan, Pria di Ende Ditangkap

Selasa, 29 November 2022 05:32 Reporter : Ananias Petrus
Hajar Terduga Pelaku Pencabulan Keponakan, Pria di Ende Ditangkap pria di ende ditangkap usai aniaya orang. ©2022 Merdeka.com/ananias

Merdeka.com - Serilus Lemba (49), warga Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) dianiaya seorang pemuda berinisial AP (32). Aksi main hakim sendiri ini direkam dan viral di media sosial.

Pelaku AP menuduh korban telah mencabuli keponakannya. AP kemudian menginterogasi korban. Karena tuduhan tersebut dibantah korban, pelaku pun emosi hingga lakukan penganiayaan.

AP menendang hingga memikul Serilus. Video aksi kekerasan ini kemudian diunggah pelaku ke media sosial, hingga ditonton banyak orang.

Kasat Reskrim Polres Ende, Iptu Yance Yauri Kadiaman mengatakan, pihaknya telah memeriksa enam orang saksi yakni HS dan AN. Sekaligus pelapor BS, MS dan BB yang saat kejadian menyaksikan langsung. Serta WK, saksi yang merekam kejadian.
Kronologi

Polisi juga menyita barang bukti satu unit handphone merk oppo warna merah. Korban Serilus Lemba yang saat itu sedang berada di SD Inpres Ende 7, lalu didatangi pelaku AP.

2 dari 2 halaman

Korban kemudian dibawa oleh pelaku AP ke kos-kosan milik pelaku yang berada tidak jauh dari SD Inpres Ende 7, tepatnya di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Mautapaga, Kecamatan Ende timur, Kabupaten Ende.

"Alasan pelaku membawa korban karena pelaku mendapat cerita dari keponakan perempuan pelaku bahwa korban telah melakukan pelecehan terhadap keponakan pelaku tersebut," jelas Yance, Senin (28/11).

Setelah korban dibawa ke indekos, korban sempat ditanya oleh pelaku atas perbuatan yang dilakukan korban. Namun karena korban tidak menjawab jujur, pelaku langsung melakukan penganiayaan.

Pada saat melakukan penganiayaan, pelaku menyuruh seseorang yang ada di tempat kejadian untuk merekam perbuatannya. Setelah itu video penganiayaan diunggah oleh pelaku ke status WhatsApp, sehingga video tersebut ditonton oleh banyak orang.

Pelaku sudah ditetapkan jadi tersangka.Pelaku melakukan perbuatan penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 ayat (1) KUHP. "Ancaman hukuman pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan," ungkap Yance. [rnd]

Baca juga:
Polisi Ringkus Empat Pelaku Penyerangan Masjid di Maros, Ini Motifnya
Kasus 'Anak Kombes' Aniaya Calon Taruna di PTIK, Sudah 13 Saksi Diperiksa
Kasus Penganiayaan 'Anak Kombes', Polisi Sita CCTV di Kawasan PTIK
Viral Pelanggan Pukul Petugas SPBU Wanita di Tanah Tinggi Tangerang
Kasus Pemukulan Petugas Perempuan SPBU di Tangerang Berakhir Damai
Pria Tanpa Identitas Tewas Penuh Luka di Kendal, Diduga Korban Tawuran

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini