Habis tenar, Bripka Seladi dirundung malang

Sabtu, 25 Juni 2016 04:47 Reporter : Henny Rachma Sari
Habis tenar, Bripka Seladi dirundung malang Bripka Seladi. ©2016 merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Nama Bripka Seladi menjadi tak asing di telinga khalayak. Berkat kegigihannya bertahan menghidupi keluarganya, anggota Satuan Lalu Lintas Polresta Malang ini rela memulung sampah plastik serta barang-barang bekas untuk kemudian ia jual kepada pengepul.

Seladi menjadi pemulung sejak 2006, namun sejak 2008 sudah tidak berkeliling mencari sampah. Ia cukup memisahkan sampah di sebuah rumah yang dipinjami oleh temannya. Sampah itu cukup diambil di satu titik, kemudian dipilahnya.

"Ini (memulung) saya lakukan mulai pukul 16.00 Wib, selesai pulang kantor, sampai sekitar pukul 18.00 Wib atau 19.00 Wib," katanya.

Dari pekerjaannya itu, Seladi mengaku memperoleh sekitar Rp 35.000 sampai Rp 50.000 per hari, tergantung tingkat lamanya dan jenis sampah yang diperoleh. Sampah yang sudah dikumpulkan akan disetorkan pada seorang tengkulak seminggu sekali.

Sekali setor biasanya sampai 1,5 kwintal dengan nilai uang yang tidak tentu, sekitar Rp 600.000. Hasil itu dibagi bersama teman dan anak kedua, yang rutin membantu. Jumlah itu katanya sudah sangat lumayan, dibanding saat awal memul [rhm] SELANJUTNYA

Topik berita Terkait:
  1. Bripka Seladi
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini