KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Habibie bicara jatuhnya pesawat Sukhoi

Sabtu, 2 Juni 2012 17:04 Reporter : Pandasurya Wijaya
sukhoi superjet 100. merdeka.com/Meoita / Shutterstock.com

Merdeka.com - Mantan Presiden BJ Habibie mengatakan, sebaiknya semua pihak tidak menduga-duga penyebab jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di lereng Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, (9/5).

"Soal itu tunggu saja daripada spekulasi. Tunggu data-data dari black box," kata Habibie di Jakarta, Sabtu (2/6).

Habibie juga menyoroti ambisi Sukhoi yang ingin merambah ke penerbangan komersil. Menurut dia, sulit bagi Sukhoi yang selama ini malang-melintang dalam pembuatan pesawat tempur terjun ke pembuatan pesawat komersil.

"Sekarang bayangkan, manusia yang jago mendesain pesawat tempur, tidak akan pernah menjadi nomor satu di komersil," ujarnya.

Itulah sebabnya, kata dia, selama ini tidak ada pesawat komersil berasal dari China dan Rusia.

Habibie menjelaskan, untuk pembuatan pesawat tempur ada tahapan dan kriteria. Pertama adalah misi. Dalam keadaan apa pun pesawat tempur harus memenangkan pertempuran. Dan yang kedua adalah keamanan atau keselamatan serta ketiga baru biaya.

"Sebaliknya dengan kriteria pesawat komersil, yang pertama adalah safety, kedua biaya, dan ketiga misi," terangnya. [has]

Topik berita Terkait:
  1. Sukhoi Hilang
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.