Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

H-2 Lebaran, jumlah pemudik gunakan bus di Yogyakarta turun 3 persen

H-2 Lebaran, jumlah pemudik gunakan bus di Yogyakarta turun 3 persen Ilustrasi Mudik. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Arus mudik Lebaran 2017 mencapai puncaknya pada hari ini, Jumat (23/6) atau H-2 Lebaran. Puncak arus mudik pada hari ini juga dirasakan di Terminal Giwangan Yogyakarta.

Kepala Terminal Giwangan Yogyakarta, Bekti Yunanta mengatakan bahwa hari ini merupakan puncak arus mudik 2017. Sebanyak 25 ribu penumpang diperkirakan dilayani di Terminal Giwangan.

"Ya puncaknya hari ini. Tetapi jumlahnya menurun dibandingkan arus mudik tahun lalu. Diperkirakan penumpang yang mudik menggunakan bus turun hingga 3 persen," ujar Bekti saat dihubungi, Jumat (23/6).

Bekti memprediksi penurunan pemudik sekitar 3 persen. Pada puncak arus mudik tahun lalu pemudik mencapai 27 ribu sementara arus baliknya mencapai 28 ribu. Hal yang sama juga terjadi pada jumlah kendaraan yang masuk ke terminal Giwangan.

"Penurunan juga bisa dilihat dari jumlah armada bus yang beroperasi saat arus mudik. Jumlah kendaraan perhari dengan AKAP, AKDP dan kota kan jumlahnya 1.300. Itu juga turun 3 persen," ungkap Bekti.

Bekti menyampaikan bahwa turunnya jumlah pengguna bus di arus mudik lebaran 2017 disebabkan beberapa faktor. Di antaranya adalah bus menjadi pilihan terakhir bagi pemudik. Saat ini pemudik lebih memilih menggunakan pesawat, kereta api maupun kendaraan pribadi.

"Faktor lainnya adalah adanya edaran Menhub nomor 10 tahun 2017 tentang kegiatan Ram check yang dilakukan sejak 17 April 2017 lalu. Hasilnya hampir 30 persen kendaraan tidak laik jalan. Sehingga banyak bus yang tidak diijinkan menjalani trayek. Setidaknya setiap hari ada 25 kendaraan bus AKAP yang tidak laik jalan. Selain itu kebanyakan karena melanggar teknis ujian kendaraan seperti ban gundul yang masih digunakan," papar Bekti.

Bekti menuturkan bahwa ada juga pelanggaran administrasi seperti buku uji, SIM, STNK maupun buku trayek. Pelanggaran administrasi ini, lanjut Bekti akan diberikan tilang.

"Tilang yang didapat baru akan disidangkan pada 9 Juli mendatang. Sehingga bus yang ditilang karena melanggar administrasi dan persyaratan lainnya baru bisa beroperasi kembali setelah 9 Juli mendatang. Bus itu akhirnya tak bisa melayani lebaran ini. Ini dilakukan untuk memberikan efek jera," pungkas Bekti.

(mdk/msh)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP