Gunung Merapi Kembali Tenang Usai Hembuskan Awan Panas Letusan

Selasa, 15 Oktober 2019 22:39 Reporter : Purnomo Edi
Gunung Merapi Kembali Tenang Usai Hembuskan Awan Panas Letusan Gunung Merapi. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Gunung Merapi kembali tenang Setelah mengeluarkan awanpanas letusan pada Senin (14/10) pukul 16.31 WIB dengan tinggi kolom kurang lebih 3.000 meter.

Kasi Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso menyebut kondisi Gunung Merapi pada Selasa (15/10) sudah kembali tenang. Agus menyebut setelah mengeluarkan awan panas letusan saat ini kondisi kegempaan Gunung Merapi kembali rendah.

"Jadi kejadian erupsi (Gunung Merapi pada 14 Oktober 2019) itu kejadian tunggal. Setelah itu aktivitas Merapi kembali tenang, jadi kegempaan relatif rendah saat ini," ujar Agus, Selasa (15/10).

Agus mengungkapkan di hari terjadi letusan Gunung Merapi, BPPTKG mencatat ada enam kali kegempaan yang terjadi. Agus menilai jumlah kegempaan tersebut cukup rendah.

Agus menjelaskan setelah terjadinya awan panas letusan, pada Selasa (15/10) pukul 00.04 WIB, Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran. Agus menilai munculnya awan panas guguran ini merupakan sisa akumulasi gas dari terjadinya awan panas letusan pada Senin (14/10) pukul 16.31 WIB.

"Sisa akumulasi gas itu yang mendorong kubah lava, sehingga terjadi letupan awan panas yang cenderung kecil," ungkap Agus.

"Saat ini masih ada kejadian guguran yang bisa dan memang agak lebih tinggi dari hari-hari sebetulnya dan itu memang merupakan sisa aktivitas kemarin," sambung Agus.

Agus menjabarkan setelah terjadinya awan panas letusan terjadi perubahan morfologi di puncak Gunung Merapi. Meskipun terjadi perubahan morfologi, Agus menilai tidak ada perubahan untuk jalan awan panas. [gil]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini