Gunakan modus jalan-jalan, tukang buah di Samarinda cabuli karyawan

Sabtu, 10 Maret 2018 05:30 Reporter : Nur Aditya
Gunakan modus jalan-jalan, tukang buah di Samarinda cabuli karyawan Pelaku pencabulan di Samarinda. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Imam Nur Isnain (33), seorang pemilik usaha penjual buah yang tinggal di Rapak Dalam, Samarinda, dibekuk polisi. Dia diduga dua kali menyetubuhi seorang gadis remaja, yang masih berusia 14 tahun. Padahal korban tidak lain adalah karyawan yang selama ini membantunya berjualan.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Sudarsono mengatakan, penangkapan dilakukan usai adanya laporan dari pihak keluarga korban. Pelaku menggunakan modus mengajak korban jalan keliling kota terlebih dahulu, sebelum akhirnya dicabuli.

Saat melapor, dia menjelaskan, korban masih ingat persis waktu kejadian yang menimpanya. Korban menceritakan pertama kali diajak jalan sang majikan pada 17 Febuari 2018 lalu.

"Dari penyidikan, waktu itu, si pelaku ini membuat janji mau bertemu korban, menjemput pakai mobil, mengajak jalan-jalan. Tidak ada curiga dari korban waktu itu, dan akhirnya pelaku dan korban jalan," kata Sudarsono dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (9/3) malam.

Di perjalanan, karena sudah larut malam, pelaku mengajak korban menginap di hotel, di kawasan Jalan Lambung Mangkurat. "Di dalam hotel itu, terjadi persetubuhan terhadap anak di bawah umur," tambahnya.

Pencabulan pelaku terhadap korban berlanjut. Berikutnya, modusnya sama, pelaku kembali mengajak jalan. Kali ini, korban diajak ke pusat perbelanjaan. "Sepulang dari jalan ke mall itu, korban kembali dibawa menginap di hotel, dan kembali terjadi perbuatan pelaku terhadap korban seperti kejadian pertama," ungkap Sudarsono.

Setelah sempat ketakutan, akhirnya korban gadis berhijab itu memberanikan diri mengadu ke orangtuanya pada 23 Februari 2018 lalu. Diperkuat visum, kepolisian bergegas mencari pelaku. "Ya, pelaku kita amankan kemarin, dengan dugaan persetubuhan anak di bawah umur," terangnya.

Imam kini meringkuk di penjara Polresta Samarinda. Dia dijerat Undang-undang No 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. "Pakaian dalam korban diamankan sebagai barang bukti. Kasusnya ditangani unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak)," tutup Sudarsono. [fik]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini