Gubernur Sulsel Hadiri Sidang Angket DPRD, Dicecar soal Broker Proyek
Merdeka.com - Sidang pansus Angket DPRD Sulsel yang dipimpin Kadir Halid kembali digelar, Kamis, (1/8) berlangsung di lantai 8. Kali ini menghadirkan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah terperiksa tunggal.
Sidang mulai berlangsung pukul 16.0 Wita. Sempat molor kurang lebih dua jam karena Gubernur Sulsel sebelumnya menghadiri pemakaman almarhum Ichsan Yasin Limpo, eks Bupati Gowa dua periode, adik kandung Syahrul Yasin Limpo, eks Gubernur Sulsel.
Nurdin dicecar pertanyaan mengenai manajemen ASN. Anggota pansus mempertanyakan banyaknya ASN yang melakukan mutasi dari Kabupaten Bantaeng dan Kabupaten Bone ke Pemprov Sulsel pasca pelantikan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman. Diketahui, Kabupaten Bantaeng dan Kabupaten Bone adalah daerah asal Gubernur dan Wakil Gubernur.
"Sebenarnya kami dari Bantaeng hanya membawa empat orang. Salah satunya kepala BKD. Karena ada program kita kenaikan gaji otomatis, gaji pensiun otomatis. Kita minta supaya dibenahi di Sulsel ini. Jadi tidak banyak, hanya 4 orang. Kalau dari Kabupaten Bone, saya tidak tahu," kata Nurdin.
Andi Ina, salah satu anggota tim Pansus mengatakan, dari data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel bahwa ASN asal Kabupaten Bantaeng yang masuk ke Pemprop Sulsel sebanyak 35 orang.
"Oh sudah masuk, saya tidak tahu," jawab Nurdin singkat.
Selain soal ASN asal Kabupaten Bantaeng yang dipindahkan ke Pemprov Sulsel karena dugaan kedekatan dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, terungkap pula soal pengelolaan proyek yang diduga melibatkan orang-orang dekat Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.
"Setelah saya dilantik, saya panggil sama keluarga. Saya tegaskan jangan ada yang terlibat proyek. Kalau ada yang mau terlibat proyek, saya yang mundur dari jabatan. Kalau mau saya tetap menjabat, jangan terlibat proyek," tandas Nurdin Abdullah.
Namun saat ditanya kenal atau tidak perempuan bernama Hajjah Hajrah, Nurdin Abdullah mengaku kenal.
Kata Andi Ina, salah satu tim Pansus mengatakan, berdasarkan fakta persidangan dari terperiksa lain bahwa Hajjah Hajrah itu adalah broker proyek.
Kata Andi Ina, tercatat ada 47 paket proyek kurang lebih senilai Rp35 miliar, penanggung jawab CV-CV nya itu atas nama Hajjah Hajrah. Dan Haji Hajrah ini ada kedekatan dengan Hajjah Mega, adik kandung Bapak Gubernur.
"Hajjah Hajrah memang tim kami di Pinrang tapi tidak ada hubungan keluarga, ujar Nurdin Abdullah singkat.
Pantauan Merdeka, selama jalannya sidang, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah lebih banyak menjawab dengan singkat membuat tim pansus kelabakan dan sekedar mencatat jawaban terperiksa Nurdin Abdullah. "Nanti kami evaluasi", demikian jawaban yang kerap dikeluarkannya menanggapi pernyataan dan pertanyaan pansus.
Pemeriksaan berlangsung hingga pukul 18.11 wita kemudian diskorsing untuk dilanjutkan kembali pukul 19.00 wita setelah selesai waktu salat magrib.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya