Gubernur Lukas Enembe Ditolak Penghuni Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya

Selasa, 27 Agustus 2019 18:59 Reporter : Erwin Yohanes
Gubernur Lukas Enembe Ditolak Penghuni Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya Gubernur Lukas Enembe Ditolak Penghuni Asrama Mahasiswa Papua. ©2019 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Merdeka.com - Rombongan Gubernur Papua Lukas Enembe yang mendatangi Asrama Mahasiswa Papua (AMP) di Jalan Kalasan, Surabaya, ditolak memasuki asrama. Para mahasiswa itu bahkan meneriaki gubernur dan rombongan dengan teriakan 'Papua merdeka'.

Usai melakukan pertemuan dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Papua Lukas Enembe sekitar pukul 17.00 WIB langsung menuju Asrama tersebut. Dia pun didampingi sejumlah pejabat seperti Gubernur Jatim, Pangdam dan Kapolda, rombongan menggunakan puluhan mobil.

Setiba di depan asrama, para mahasiswa tersebut menolak membukakan pintu pagar yang sejak awal terkunci dan diberi pengumuman yang bertuliskan "siapa pun yang datang kami tolak".

Gubernur Lukas bersama dengan rombongan dari Papua nampak berupaya bernegosiasi dengan para penghuni asrama. Namun sayang, upaya negosiasi ini tidak membuahkan hasil.

Para penghuni asrama itu terus melakukan pengusiran terhadap rombongan. Mereka bernyanyi dan meneriaki rombongan dengan segala macam kata-kata.

Mulai dari 'copot garuda', 'kami monyet anda monyet', 'referendum Papua', 'Papua merdeka' dan lain-lain. Keriuhan makin menjadi lantaran rombongan tak kunjung pergi.

Namun tak berapa lama, untuk meredakan ketegangan, rombongan Gubernur Lukas pun meninggalkan asrama begitu saja.

Kapolda Jatim Irjen pol Luki Hermawan mengatakan, kedatangan Gubernur Papua Lukas Enembe ke asrama mahasiswa di Jalan Kalasan, Surabaya, itu dalam rangka untuk berkomunikasi dengan para penghuni asrama.

Namun, karena rombongan dianggap terlalu banyak, membuat para penghuni asrama Papua menjadi 'mis komunikasi'. "Maksud kedatangan gubernur tadi memang untuk menjalin komunikasi. Namun, karena mungkin rombongan yang terlalu banyak, membuat mis (komunikasi)," ujarnya, Selasa (27/8). [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini