Gubernur Kaltim sebut sudah nasib 30 warganya tewas di kolam bekas tambang batu bara

Jumat, 26 Oktober 2018 19:19 Reporter : Saud Rosadi
Gubernur Kaltim sebut sudah nasib 30 warganya tewas di kolam bekas tambang batu bara Isran Noor dan Hadi Mulyadi. ©2018 Merdeka.com/Saud Rosadi

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara perihal 30 nyawa warga melayang di kolam bekas tambang batu bara di Kalimantan Timur. Jokowi mengingatkan, perusahaan tambang wajib reklamasi. Di sisi lain, Gubernur Kaltim Isran Noor menyebut kematian 30 orang di lubang bekas tambang, sudah nasib.

"Silakan tanyakan kepada Gubernur. Yang paling penting, setiap usaha pertambangan, memiliki kewajiban (reklamasi), atas lahan yang sudah digunakan," kata Jokowi usai membuka Muktamar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Samarinda, Kamis kemarin.

Jokowi juga mengingatkan kehati-hatian terhadap potensi tindak pidana. "Jadi, tidak langsung menambang, terus ditinggalkan. Ada pidana di situ. Jadi, hati-hati," ujar Jokowi.

Terpisah, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor punya pandangan sendiri terkait tewasnya 30 orang warga, di kolam bekas tambang batu bara. Sebelumnya, dia tidak ingat persis soal itu.

"Kenapa? Kolam tambang? Kapan 30 itu, hari Minggu? Kemarin itu 30 orang mati?" tanya Isran kepada wartawan di kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gadjah Mada, Samarinda, Rabu (24/10) sore.

Dimintai komentar sikap Pemprov Kaltim dan dia sebagai Gubernur, soal korban jiwa hingga 30 orang di kolam bekas tambang batu bara, Isran mengaku prihatin. "Oh gitu. Sikap apa? Oh, enggak masalah. Nasibnya kasihan. Ikut prihatin. Pastilah ikut prihatin," kata Isran.

Ditanya soal upaya dia sebagai Gubernur, agar peristiwa itu tidak terulang lagi dan menelan korban jiwa berikutnya, Isran juga punya jawaban. "Korban jiwa itu di mana-mana terjadi. Ya namanya nasibnya dia, meninggalnya di kolam tambang. Kan gitu. Gitu aja, pihatin," sebut Isran.

Lantas upaya Pemprov Kaltim? "Ya, pasti upaya. Itu kan pertanggungjawabannya dunia akhirat," demikian Isran.

Diketahui, Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kalimantan Timur melansir lubang bekas galian tambang batu bara di Kalimantan Timur, yang dibiarkan menganga, hingga menjadi kolam air, jadi preseden buruk. Tiga puluh nyawa, didominasi anak, tewas tenggelam di kolam bekas tambang itu sejak 2011 lalu.

Penegakkan hukum, dinilai jalan di tempat. Korban ke-30 adalah Alif (18), pelajar SMK di Tenggarong, Kutai Kartanegara, ditemukan tewas Senin (22/10) sore, setelah sehari sebelumnya, Minggu (21/10), dia berenang di kolam bekas tambang di desa Rapak Lambur, Kutai Kartanegara. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini