Geser Anggaran, Pemprov Jabar Siapkan Dana Beli Alat Rapid Test Corona
Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah menyiapkan dana dari pergeseran anggaran untuk membeli alat rapid test virus corona (covid-19). Anggaran itu pun akan digunakan untuk bantuan rumah sakit dan ruang isolasi.
Presiden Joko Widodo sebelumnya sudah menginstruksikan agar alat rapid test diperbanyak agar bisa mendeteksi lebih awal orang yang terinfeksi virus corona.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja mengaku sudah menelaah pembelian beberapa peralatan, termasuk (test) kit, PCR (Polymerase Chain Reaction), dan alat-alat pelindung diri lainnya. Sementara ini, total anggaran yang disiapkan sekira Rp48 miliar.
"Termasuk juga bantuan rumah sakit terkait ruang isolasi. mudah mudahan tidak lama lagi. kami sudah berkoordinasi dengan Dinkes (Dinas Kesehatan) sebagai leading sector. Mudah-mudahan lancar, bisa membeli peralatan secepatnya," kata dia di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (19/3).
Dengan pembagian anggaran yang ada, estimasi alat yang akan dibeli bisa menjangkau sepuluh ribu warga. Jumlah itu ia akui tidak akan mencukupi pengetesan kepada seluruh penduduk Jawa Barat.
Maka dari itu, akan ada kriteria orang yang bisa dilakukan tes sesuai protokol kesehatan. Tes ini akan didahulukan kepada mereka yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) maupun orang yang masuk kriteria tracing yang pernah berkontak dengan orang yang dinyatakan positif corona.
Sebelum ada pengadaan alat kesehatan, pihaknya masih terus melakukan tes proaktif. "Pengawasan atau testing secara proaktif terus dilakukan, itu pun ada kriterianya karena keterbatasan anggaran dan alat, kami pilah mana yang diprioritaskan untuk tes di tahap pertama ini," katanya.
Disinggung mengenai strategi mengantisipasi lonjakan kasus, Setiawan menyebut pemprov sudah memberlakukan social distancing terhadap masyarakat, pembatasan belajar mengajar di sekolah dan kampus, hingga menerapkan pola kerja di rumah.
"Yang masih aktif ke kantor itu eselon II dan III. Sebagian lain diatur, sebagian lain bekerja dari rumah. Kami sudah bikin surat edaran," kata dia.
Jika penyebaran COVID-19 ini terus meningkat di Jabar, Pemrov Jabar sudah menyiapkan 90 hingga 900 bed siap pakai, Pemprov Jabar juga sudah merencanakan akan mengubah Gedung Kemuning RSHS Bandung khusus untuk pasien COVID-19.
"RSHS akan convert, yang saat ini Gedung Kemuning untuk pasien TB, akan memindahkan pasien TB tersebut ke rumah sakit lain dan satu gedung itu akan digunakan pasien COVID-19. Kami sudah menyiapkan berbagai skenario, termasuk apabila lonjakan tinggi sekali dan harus masuk (rumah sakit) mana saja," pungkasnya.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya