Generasi Millenial Diminta Berperan Aktif di Pemilu

Rabu, 20 Maret 2019 11:56 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Generasi Millenial Diminta Berperan Aktif di Pemilu Manifesto Milenial. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Posisi generasi millenial pada pemilu 2019 sangat diperhitungkan oleh peserta pemilu. Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan bahwa jumlah pemilih millenial mencapai 80 juta jiwa dari 193 juta pemilih atau berkisar 40 persen yang tentu sangat berpengaruh.

Berbagai upaya dilakukan untuk meraih simpati dan suara kaum millenial ini. Perlu strategi dan pendekatan yang sesuai dengan beberapa karakter millenial seperti kaya referensi, kolaboratif dan menggandrungi gadget.

Menyikapi hal tersebut, Wasekjen PAN Irvan Herman berkolaborasi dengan rekan sesama di DPP Partai Amanat Nasional, Faldo Maldini. Mereka membuat acara bersama millenial kota Pekanbaru bertajuk Manifesto Millenial pada Selasa (18/3) malam.

Irvan yang juga caleg dari Dapil Riau 1 ini mengajak generasi millenial Riau untuk berpartisipasi dalam Pemilu 2019. Dia meminta generasi millenial jangan abai dan membiarkan masyarakat Riau diwakili oleh orang yang tidak kompeten, tidak mudah untuk berkomunikasi dan tidak memahami karakter millenial.

Irvan juga nantinya akan melibatkan millenial dalam membangun sistem komunikasi berbasis IT antara anggota dewan dengan masyarakat yang diwakilinya. Sementara Faldo Maldini, memberikan gambaran betapa berperannya millenial dalam menentukan arah kebijakan pemerintah melalui partai politik dan parlemen.

Atta, warga Pekanbaru yang hadir dalam acara itu mengapresiasi upaya interaksi yang dilakukan dengan dialog-dialog yang cair, tidak sekedar orasi atau paparan semata.

"Dengan acara seperti ini, kami jadi tahu siapa caleg kami, berapa nomor teleponnya, apa akun medsosnya sehingga nantinya kami bisa berkomunikasi menyampaikan aspirasi dengan mudah, tidak seperti yang lalu, jangankan menelepon atau berjumpa, nama anggota dewan yang mewakili kami pun tak tahu," kata Atta.

Dihubungi terpisah, Ahli Kepartaian dan Pemilu LIPI yang juga Komisioner KPU 2007-2012, Sri Nuryanti menyatakan generasi millenial harus memahami bahwa Pemilu di Indonesia itu sebagai hak dan sifatnya sukarela, namun menentukan masa depan Indonesia.

"Upaya-upaya guna meningkatkan partisipasi millenial pada Pemilu 2019 nanti layak diapresiasi," kata Sri. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Pemilu
  2. Pemilu 2019
  3. Pekanbaru
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini