Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gara-gara rokok, juru parkir mabuk tusuk teman hingga tewas

Gara-gara rokok, juru parkir mabuk tusuk teman hingga tewas Ilustrasi Penganiayaan. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Minuman keras jadi teman Waras (52) dan Agus Misyanto (18) melewati dinginnya malam. Keduanya berasal dari Surabaya, Jawa Timur. Profesinya saja berbeda. Waras juru parkir liar sedangkan Agus seorang pengamen.

Ketika asyik menenggak miras Waras menyuruh Agus membeli sebungkus rokok. Warung sudah tutup karena sudah jam 1 dinihari. Agus pun kembali dengan tangan kosong. Rupanya Waras naik pitam. Mencaci maki dengan kata-kata kasar.

Agus sempat melawan sehingga sempat terjadi adu mulut. Baku hantam pun nyaris terjadi. Warga berdatangan untuk melerai. Sadar Waras di bawah pengaruh alkohol Agus memilih pergi.

"Korban pergi untuk menghindari keributan," ujar Kanit Reskrim Polsek Metro Menteng, Kompol Irwansyah Putra Sitepu, Selasa (4/4).

Waras pun tak lama meninggalkan lokasi. Selang beberapa menit dia datang lagi membawa sebilah pisau lipat. Agus tersungkur dengan luka tusuk di ketiak kiri menembus jantung. Saat itu Agus tengah berbincang dengan temannya.

"Teman-teman korban langsung mengamankan pelaku, lalu membawa korban ke RSCM. Nyawa korban tidak tertolong," ujarnya.

Kapolsek Metro Menteng, AKBP Ronald Purba mengatakan Waras dan Agus di Jakarta bekerja serabutan. Waras sudah dua tahun ditinggal istrinya. Dia memiliki tiga orang anak.

"Keduanya tidak punya tempat tinggal di Jakarta," kata Ronald.

Jenazah Agus sudah diotopsi di Rumah Sakit Umum Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat. Polisi sudah mengamankan sebilah pisau lipat. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan.

"Pelaku terancam hukuman pidana selama 7 tahun, sesuai dengan pasal 351 ayat 3 KUHP," tandasnya. (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP