Gara-Gara Data Keluarga, Seorang Bakal Cabup Teluk Bintuni Diadukan Istri ke KPU

Jumat, 18 September 2020 21:06 Reporter : Ya'cob Billiocta
Gara-Gara Data Keluarga, Seorang Bakal Cabup Teluk Bintuni Diadukan Istri ke KPU Istri bakal calon bupati Teluk Bintuni melapor ke KPU. Istimewa

Merdeka.com - Bakal Calon Bupati Teluk Bintuni, Papua Barat, Ali Ibrahim Bauw diadukan oleh istrinya sendiri, Sri Utamiati ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat, Jumat (18/9). Gara-garanya, Sri Utamiati merasa keberatan dengan data keluarga yang diserahkan ke KPUD.

Sri Utamiati sebelumnya telah mengadukan secara online di web KPU perihal persoalan tersebut pada tanggal 10 September, namun ditolak dengan alasan kedaluarsa.

Dia keberatan dengan salah dicantumkannya nama di website KPU sebagai Sri Utami, S.Pd, padahal seharusnya Sri Utamiati, S.Pd. Kemudian tidak tercantumkannya Kartu Keluarga (KK) sebagai salah satu syarat pencalonan kandidat, juga menimbulkan pertanyaan besar bagi Utamiati.

"Setelah saya cek di website KPU perihal data dari bakal calon ini, ternyata nama saya salah, di situ tertera namanya adalah Sri Utami, S.Pd, padahal nama saya yang lengkap sesuai dengan akte kelahiran saya adalah Sri Utamiati, S.Pd. Itu kan sangat fatal. Yang berikutnya disebutkan dalam riwayat hidup beliau yang tercantum di website KPU, disebutkan jumlah anak tiga orang, padahal anak kandung beliau adalah empat orang. Kemudian yang berikutnya adalah masuk dan keluarnya pendidikan beliau. Itu sama sekali tidak sama seperti yang tercantum pada ijazah. Kemudian yang membuat saya sangat keberatan adalah tidak disertakannya Kartu Keluarga sebagai syarat pendaftaran seorang kandidat untuk menjadi bakal calon. Ini Fatal," kata Utamiati kepada wartawan, Jumat (18/9).

Selain itu terkait harta kekayaan, Utamiati yang didampingi kuasa hukumnya saat mendatangi KPU, Cosmas Refra, mengaku belum pernah dimintai keterangan atau dikonfirmasi.

"Saya juga tidak pernah dimintai keterangan maupun diperiksa baik itu harta bergerak maupun tidak sebagai salah satu syarat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaraan Negara (LHKPN)," imbuh Utamiati.

Cosmas Refra menambahkan, akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan ada tidaknya pelanggaran hukum.

"Kami akan selidiki dan investigasi segala kemungkinan adanya bentuk pelanggaran hukum, apalagi kalau pidana, mengenai hal ini. Itulah kenapa pada hari ini kami secara langsung mendatangi KPU dan akan ditindak lanjuti dengan Laporan Resmi ke Kepolisian Resor (Polres) Teluk Bintuni atas dugaan penggunaan data palsu.

Terkait hal ini, belum ada tanggapan dari Ali Bauw. Sementara itu dalam Pilkada Teluk Bintuni, Ali Bauw berpasangan dengan Yohanis Manibuy. Keduanya didukung tiga partai politik, yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Perindo.

Dikutip dari Liputan6.com, Pilkada Teluk Bintuni juga dimeriahkan oleh bakal paslon Petrus Kasihiw dan Matret Kokop. Pasangan ini diusung Partai Golkar, PDIP, NasDem dan Partai Demokrat.

Petrus Kasihiw dan Matret Kokop menjadi pasangan yang terakhir mendaftar di KPU Kabupaten Teluk Bintuni. Didampingi ketua-ketua partai pendukungnya, semua berkas administrasi dan kelengkapan Piet-Matret secara resmi diterima oleh Herry Arius Salamahu selaku ketua KPU Teluk Bintuni.

[cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pilkada Serentak 2020
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini