Gajah Betina Ditemukan Mati di Kebun Sawit Aceh Timur

Sabtu, 23 November 2019 00:05 Reporter : Afif
Gajah Betina Ditemukan Mati di Kebun Sawit Aceh Timur Gajah mati. ©AFP PHOTO/FIKRI RAMADHAVI

Merdeka.com - Gajah betina berusia sekitar 25 tahun ditemukan mati di kawasan perkebunan sawit PT Atakana di Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Rantau Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, Rabu (20/11). Gajah naas itu diperkirakan sudah tewas sekitar 8-10 hari lalu.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Eko Widiantoro menjelaskan, setelah mendapat kabar ada gajah yang tewas. Langsung menuju ke lokasi dan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh. Saat ini petugas sedang bekerja untuk menyelidiki penyebab kematian gajah liar itu.

"Tim Inafis bersama tim dokter BKSDA Aceh melakukan nekropsi. Kita mengambil sampel untuk dibawa ke laboratorium di Medan untuk diteliti apa penyebab kematian gajah tersebut," kata AKBP Eko Widiantoro, Jumat (22/11).

Eko mengungkapkan, yang melaporkan pertama ditemukan gajah mati dari Conservation Response Unit (CRU) Serbajadi. Petugas CRU menemukan seekor gajah yang mati tidak wajar. Dari radius 100 meter titik ditemukan gajah mati itu ditemukan benda-benda yang mencurigakan dan sedang diteliti oleh petugas.

Ia menambahkan, tindakan selanjutnya Kanit Identifikasi Satreskrim Polres Aceh Timur Brigadir Mirza Alvaro bersama tim dokter dari BKSDA Aceh yang diketuai drh. Rosa melakukan nekropsi (pemeriksaan kematian) terhadap gajah itu. Nekropsi ini bertujuan untuk mengetahui apa penyebab kematian gajah yang mati dengan melakukan pembedahan untuk mengambil hati, jantung, usus, limpa, lidah dan cairan usus dan kotoran gajah itu.

"Sampel yang diambil akan dibawa ke laboratorium di Medan untuk diteliti apa penyebab kematian satwa yang dilindungi tersebut," sebutnya.

Hasil laboratorium itu, sebutnya, hasilnya baru keluar sekitar satu bulan ke depan. Dari hasil itulah baru bisa dipastikan apa penyebab kematian gajah itu.

Eko mengimbau masyarakat untuk tidak membunuh dan meracuni satwa yang dilindungi tersebut. "Selain melanggar hukum, juga akan merusak habitat alam," tutupnya. [bal]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini