Gagal Masuk Kapal Ferry, Tronton Angkut 24 Ton Semen Curah Tenggelam di Penajam

Sabtu, 23 Maret 2019 12:01 Reporter : Saud Rosadi
Gagal Masuk Kapal Ferry, Tronton Angkut 24 Ton Semen Curah Tenggelam di Penajam Tronton Muat 24 Ton Semen Tenggelam di Penajam Paser Utara. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Truk tronton bermuatan 24 ton semen curah, dini hari tadi dilaporkan tenggelam di laut, di dermaga I penyeberangan Ferry Penajam Paser Utara (PPU) tujuan Balikpapan, Kalimantan Timur. Tidak ada korban jiwa dari kejadian itu.

Keterangan diperoleh merdeka.com, peristiwa itu terjadi sekira pukul 00.35 WITA. Tronton terpasang tanki muatan semen curah dengan nomor polisi KT 8693 VD itu, berangkat dari daerah Tanjung, Kalimantan Selatan, menuju Balikpapan.

Dalam tronton ada 4 penumpang. Selain sopir Jokter Siahaan, juga ada kernet, istri sopir dan seorang balita, anak dari sopir. Dikemudikan sopir, tronton bergerak masuk ke dalam ferry.

"Iya, tronton gagal masuk ke ferry. Separuh bodi tronton, masuk ke laut. Kepala tronton tersangkut di Ramp Door Ferry," kata Kasubbid Logistik dan Peralatan BPBD Kabupaten PPU, Nurlaila, dikonfirmasi merdeka.com, Sabtu (23/3).

Selain BPBD PPU, berbagai pihak berkepentingan lainnya, datang ke lokasi dermaga seperti Polres PPU, operator Ferry PT Dharma Lautan, ASSP hingga Kesyahbandaran Semayang.

"Jadi dini hari tadi, Dharma Lautan memutuskan Ferry bergeser mundur, dan menjatuhkan tronton ke laut. Pertimbangannya, untuk menyelamatkan Ferry, karena kondisinya sangat berbahaya," ujar Nurlaila.

"Di dalam Ferry KMP Dharma Badra ini, sudah ada muatan 3 mobil dan 1 motor. Tidak keseluruhan tronton tenggelam di laut, karena juga masih terhalang Ramp Door. Sisa kepala tronton masih bisa dilihat," tambahnya.

Sesaat setelah kejadian, sempat dipertimbangkan memerlukan crane 50 ton untuk mengevakuasi tronton. Namun akhirnya, proses evakuasi sejak pagi hingga siang ini, menggunakan cara manual.

"Muatan KM Dharma Badra, dipindahkan ke ferry lain. Proses evakuasi tronton ini, harus sesegera mungkin. Karena dermaga ferry ini hanya satu di Penajam, untuk menyerang ke Pelabuhan Kariangau di Balikpapan," kata Nurlaila. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini