Gadis di Lamongan berbobot 179 kg, putus sekolah karena malu diejek teman
Merdeka.com - Silvia Dwi Susanti, gadis berusia 15 tahun asal Desa Cangkring, Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur yang memiliki berat badan 179,3 Kg atau obesitas berlebih. Dia kini mendapat perawatan di Rumah Sakit Soegiri.
Camat Bluluk, Syam Teguh Wahono mengatakan, dirujuknya Silvia ke RS Soegiri berdasarkan hasil pemeriksaan sementara dokter yang menyarankan untuk membawa gadis itu ke rumah sakit milik pemerintah daerah setempat.
"Alhamdulillah, dirujuknya Silvia ke RS Soegiri berkat dorongan teman-teman Muspika dan dokter untuk penanganan lanjutan, sebab beratnya sudah melebihi batas normal," kata Syam kepada wartawan, Selasa (17/10).
Dia mengatakan, tim kecamatan bekerja sama dengan Puskesmas memfasilitasi Silvia sampai dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh tim dokter Pemkab Lamongan.
"Kami tim kecamatan telah melihat kondisi Silvia dan masih sehat, namun karena tekanan psikologis membuatnya merasa terpencil dan tidak mau sekolah. Dan diharapkan dengan penanganan tim RS Soegiri bisa segera pulih," katanya.
Sebelumnya, Silvia mengalami obesitas sejak kelas 4 SD, namun karena kesulitan jalan membuatnya malu dengan teman-temannya, sehingga terpaksa putus sekolah sejak lima tahun lalu.
Salah satu Dokter Puskesmas Blukuk, Fauziah mengatakan kondisi Silvia secara umum normal, namun karena bobot badannya mencapai 179,3 Kg membuatnya kadang susah bernapas dan mengalami gangguan pernapasan.
"Secara umum sehat, dan tidak mengalami gangguan jantung, hanya sedikit mengalami gangguan pernapasan, sebab berat badan mencapai 179,3 Kg dengan tinggi 145 cm diameter 165 cm," katanya.
Menurut Fauziah, Silvia harus mendapatkan perawatan lanjutan di laboratotium RS Soegiri Lamongan, agar berat badannya tidak terus berlebih, serta perlu dilakukan perawatan rutin untuk pemulihan psikologinya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya