Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Full day school dikhawatirkan 'matikan' Madrasah Diniyah

Full day school dikhawatirkan 'matikan' Madrasah Diniyah Madrasah Diniyah. ©2016 merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Marsudi Syuhud khawatir Madrasah Diniyah akan mati seiring dengan penerapan sistem pendidikan full day school. Padahal, peran Madrasah Diniyah cukup penting.

"Sekolah Diniyah itu yang mengajarkan karakter di Indonesia," jelas Marsudi di Jakarta, Selasa (15/8).

Madrasah Diniyah berbeda dengan pesantren yang belajar agama 24 jam. Madrasah Diniyah hanya ada sore hari. Dengan penerapan full day school, dikhawatirkan anak-anak tidak memiliki waktu lagi untuk belajar agama.

"Nah kalau enggak ada madrasah saya membayangkan 10 tahun lagi, ketika itu umur 20-22 tahun, anak-anak yang senang agama tapi baca Alquran enggak bisa, baca tauhid. Saya membayangkan yang sibuk BNPT," jelasnya

Jika konsep full day school benar-benar diterapkan, dia hanya bisa berharap tidak akan mematikan sekolah agama.

"Diniyah itu sekolah sore setelah sekolah SMP atau SMA, kalau kebijakan itu mendukung sekolah Diniyah ya saya dukung itu. Kalau kebijakan itu jangan sampai menghilangkan sekolah Diniyah," ucapnya.

Sebelumnya Menko bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani mengatakan, saat ini Permendikbud nomor 23 tahun 2017 tengah dikaji semua kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Agama. Dia menekankan, aturan yang dikenal Full Day School (FDS) itu sejatinya untuk penguatan karakter.

"Ini sebenarnya berkaitan dengan FDS atau lima hari sekolah namun ini penguatan pendidikan karakter bangsa, dimana anak-anak itu diharapkan bisa bersinergi dan bersama-sama dengan organisasi formal dan informal lainnya itu paham, bagaimana penguatan pendidikan karakter," kata Puan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (15/8). (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP