Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menyoroti pentingnya sistem keamanan museum di Indonesia. Hal ini menjadi perhatian utama pihaknya dalam menjaga warisan sejarah dan budaya bangsa.
Penegasan ini disampaikan Fadli dalam sebuah diskusi bersama media yang berlangsung di Jakarta pada Jumat, 25 Oktober. Fokus pada keamanan museum menjadi respons terhadap berbagai tantangan yang ada, termasuk insiden internasional.
Pihaknya mengakui bahwa sistem keamanan museum merupakan perhatian serius, terutama setelah insiden pembobolan perhiasan di Museum Louvre, Paris. Kejadian tersebut menjadi pelajaran berharga bagi pengelolaan keamanan museum di tanah air.
Advertisement
Advertisement
Peningkatan Keamanan dan Reinventarisasi Aset Museum
Menbud Fadli Zon secara khusus menugaskan unit pengelolaan museum, yaitu Museum dan Cagar Budaya (MCB), untuk mempercepat proses reinventarisasi aset-aset. Langkah ini krusial mengingat jumlah koleksi Museum Nasional yang sangat besar.
Proses reinventarisasi ulang terhadap aset-aset Museum Nasional hingga kini belum sepenuhnya rampung. Total koleksi yang dimiliki museum mencapai 194 ribu benda bersejarah, yang semuanya memerlukan sistem keamanan museum yang handal.
Fadli menekankan pentingnya pengumpulan dan penyatuan data seluruh koleksi tersebut. Setelah data terkumpul, proses digitalisasi akan segera dilakukan untuk memudahkan pengelolaan dan pengawasan, sekaligus meningkatkan aspek keamanan museum.
Advertisement
Upaya ini juga merupakan bagian dari langkah strategis untuk mencatatkan kekayaan intelektual (intellectual property) dari setiap koleksi. Dengan demikian, nilai dan kepemilikan aset budaya dapat terdata dengan baik, memperkuat sistem keamanan museum secara menyeluruh.
Advertisement
Tantangan Penilaian dan Proteksi Koleksi Bersejarah
Selain reinventarisasi, pengamanan yang lebih protektif juga akan diterapkan di museum untuk menjamin keamanan museum. Banyak benda sejarah yang bernilai luar biasa, seperti mahkota emas kerajaan, artefak, dan prasasti, memerlukan perlindungan ekstra.
Namun, pengamanan benda sejarah melalui asuransi menghadapi kendala yang tidak mudah. Aturan perusahaan penjamin asuransi seringkali berbeda untuk benda-benda bersejarah dibandingkan dengan bangunan museum, yang menjadi tantangan dalam strategi keamanan museum.
Asuransi terkait bangunan museum yang berkaitan dengan bencana alam masih memiliki peluang proteksi yang lebih jelas. Sementara itu, untuk koleksi individual, prosesnya jauh lebih kompleks dan menantang dalam konteks keamanan museum.
Advertisement
Lebih lanjut, pihak kementerian juga berencana melakukan perhitungan nilai atau appraisal terhadap koleksi yang ada di Museum Nasional. Selama ini, benda-benda budaya milik Indonesia seringkali belum memiliki nilai ekonomi yang jelas, padahal merupakan bagian integral dari keamanan museum.
Fadli mencontohkan, "Selama ini benda-benda budaya kita itu tidak ada harganya, Candi Borobudur itu harganya Rp1 kira-kira karena sulit untuk menaksir berapa appraisal dari Candi Borobudur." Meskipun sulit, ia menegaskan pentingnya keberanian untuk membuat perkiraan nilai. Renovasi candi saja bisa menelan biaya ratusan miliar hingga triliunan rupiah, menunjukkan nilai intrinsik yang sangat tinggi yang perlu dilindungi oleh sistem keamanan museum yang kuat.
Sumber: AntaraNews
Advertisement