Edy Rahmayadi sebut diminta mundur karena banyak yang mau jadi ketua PSSI
Merdeka.com - Edy Rahmayadi menyatakan tugasnya sebagai Ketua PSSI tidak akan terganggu meskipun saat ini dia menjabat Gubernur Sumut. Mantan Pangkostrad ini menilai, desakan agar dirinya mundur dipicu orang-orang yang ingin menduduki posisi nomor satu di organisasi sepakbola Tanah Air.
"PSSI bukan jabatan politik. Terus disangkut-sangkutkan dengan politik, sehingga adalah kata-kata muncul 'Edy mundur', karena banyak yang mau menjadi ketua PSSI. Saya tak cerita yang lain," katanya seusai rapat paripurna di DPRD Sumut, Senin (10/9).
Edy menegaskan, masa jabatan ketua PSSI selama 4 tahun. Karenanya dia masih memiliki waktu jabatan setidaknya hingga 2020. Menurut Edy, keharusan mundur hanya terjadi jika ketua PSSI meninggalkan jabatan secara tetap. Selama dapat melaksanakan tugas, masa jabatan selama 4 tahun telah diatur dalam kongres.
Dia menegaskan bukan baru kali ini dirinya merangkap jabatan. Sebelumnya jabatan ketua PSSI dipegangnya saat menjabat Pangkostrad.
"Kenapa kok sekarang baru diributi, ada apa ini?" ucapnya.
Ditanya soal kabar mengenai adanya surat FIFA terkait rangkap jabatannya, Edy meminta wartawan memastikan dulu kabar itu. "Jadi kalau mau mengucapkan, cari dulu kepastian," sebutnya.
Terkait tugas di PSSI, Edy mengatakan, mereka telah membuat program jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang di PSSI. "Dimulai dari saya menjabat sari tahun 2017 kita sudah siapkan konsep sampai 2034 jangka panjangnya. Jangka pendeknya 10 tahun, jangka menengahnya 15 tahun," ucapnya.
Mantan Pangdam I Bukit Barisan ini pun menyarankan agar wartawan memberikan koreksi sekaligus masukan untuk kemajuan PSSI. "Yang perlu Anda koreksi berikan masukan kepada saya sebagai Ketua PSSI, PSSI jelek PSSI kurang gini, bagusnya begini, begini, begini, tulis. Jangan ngomong PSSI jelek, terus bagaimana, terserah. Itu tidak boleh," ucapnya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya