Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dulu kemasan bom ikan dari botol dan jeriken, kini gunakan detonator

Dulu kemasan bom ikan dari botol dan jeriken, kini gunakan detonator ilustrasi bom. gizmodo

Merdeka.com - Guru Besar ilmu kelautan dan perikanan dari Universitas Hasanuddin Prof Dr Jamaluddin Djompa mengatakan, dari tahun ke tahun pembuatan bom ikan di tengah masyarakat nelayan makin canggih.

Jika dulu kemasannya dari botol dan jeriken yang bisa meledak di air, kini salah satunya dengan menggunakan detonator. Demikian dijelaskan saat dihubungi Selasa siang tadi, (4/8).

Kata ahli terumbu karang ini, sebenarnya yang disebut-sebut bom itu bukan bom tetapi bahan yang mudah meledak. Masyarakat nelayan memilih ini sebagai cara menangkap ikan karena dianggap lebih mudah, murah dan efisien menghasilkan ikan yang lebih banyak.

Demikian juga dengan menggunakan jaring yang banyak masalahnya seperti jaring tersangkut sehingga menimbulkan kerugian nelayan yang tidak sedikit.

"Lebih banyak bom ini diselundupkan masuk ke Indonesia dari Malaysia. Salah satu bahannya yang paling sering digunakan adalah pupuk yang memiliki kandungan nitrogen tinggi dan ini hanya ada di Malaysia," jelasnya.

Jamaluddin Djompa menduga, ada orang-orang tertentu yang khusus membuat bom dan mengedarkannya. Tapi menurutnya, ada juga nelayan yang pandai membuat sendiri.

"Mengenai bom ikan yang meledak kemarin itu tidak mungkin nelayan karena lokasinya dalam kompleks perumahan. Kemungkinannya itu penyuplai ke nelayan," ujarnya.

Lalu apa yang mendesak untuk dilakukan saat ini guna menahan serangan penggunaan bom ikan yang merusak lingkungan itu, Jamaluddin Djompa mengatakan, selain tetap melakukan gerakan penyadaran akan kerusakan lingkungan yang diakibatkan dan sangat beresiko tinggi, kementerian dan dinas terkait juga harus komprehensif mengurusi nelayan.

"Harus cari solusi alternatif dari penggunaan bom ikan itu," ujarnya.

(mdk/ren)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP