Dugaan Pemerasan, 2 Penyidik Kasus Cashback Dilaporkan ke Propam Polda Jatim

Selasa, 5 November 2019 19:02 Reporter : Erwin Yohanes
Dugaan Pemerasan, 2 Penyidik Kasus Cashback Dilaporkan ke Propam Polda Jatim Dua Penyidik Polda Jatim Dilaporkan ke Propam Terkait Dugaan Pemerasan. ©2019 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Merdeka.com - Dua orang penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim dilaporkan ke pihak Propam. Mereka dilaporkan terkait dengan dugaan pemerasan terhadap keluarga tersangka yang kasusnya tengah ditangani oleh Polda Jatim.

Laporan terhadap dua orang penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim ini diungkapkan oleh kuasa hukum pelapor, Yuyun Pramesti. Ia menyatakan, dirinya mewakili 4 orang kliennya melakukan pelaporan ke propam Polda Jatim.

"Yang kita laporkan penyidik inisial A dan R," ujarnya di Mapolda Jatim, Selasa (5/11).

Ia pun menceritakan, kasus ini berawal saat empat orang anak kliennya menjalani pemeriksaan sebuah kasus di Ditreskrimsus Polda Jatim beberapa waktu lalu. Sebelum ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, keempat anak kliennya itu menjalani proses pemeriksaan.

Saat sebelum ditetapkan sebagai tersangka itu lah, keempat orang tua mereka sempat berdialog dengan penyidik yang intinya mengarahkan supaya perkara ini diselesaikan dengan jalan damai.

"Dialog itu mengarahkan supaya perkara ini diselesaikan dengan jalan berdamai dengan adanya uang damai semacam itu pada saat itu ada yang berkisar Rp500 (juta) sampai Rp40 juta. Itu pernyataan dari orang-orang yang berdialog dengan penyidik untuk supaya tidak berlanjut," ujarnya.

Ia menambahkan, lokasi dialog yang dilakukan oleh orang tua dan penyidik itu terjadi di salah satu ruang di gedung Subdit V Ditreskrimsus Polda Jatim. Namun, permintaan itu tidak dituruti oleh para orang tua tersangka dengan alasan tidak mampu membayar sejumlah yang diminta.

"Tidak ada, karena memang terus terang mereka tidak mampu untuk (membayar sejumlah) itu," tambahnya.

Lalu kapan upaya dugaan pemerasan itu terjadi? Yuyun menyatakan, hal itu terjadi sebelum anak dari para kliennya tersebut ditetapkan sebagai tersangka. Setelah permintaan tersebut tidak dituruti, anak dari kliennya pun ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Mengenai kasus yang menimpa anak-anak kliennya, Yuyun menyatakan hal itu terkait dengan kasus dugaan pemanfaatan program cashback di aplikasi e-commerce tokopedia. Dalam kasus itu, para tersangka diduga menggunakan transaksi fiktif dengan tujuan untuk mendapatkan poin cashback yang dapat ditukarkan dengan uang.

Menanggapi pelaporan itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, jika kasus yang dilaporkan ke Propam itu telah dilakukan konpers sebelumnya. Sehingga, ia pun mempertanyakan mengapa kasus itu baru dilaporkan sesudah konferensi pers kasus itu.

"Saya sudah konferensi pers kasus itu, sekarang baru dilaporkan. Itu kasusnya media sudah tahu semua kok, kasus tokopedia kan saya yang konferensi pers. Kalau ada laporan terjadi pemerasan, kalau terjadi pemerasan kenapa sebelum konpers, kenapa sesudah konferensi pers yang sudah kami sampaikan. Ya media sudah tahu semua kok," katanya. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Pemerasan
  2. Penipuan
  3. Surabaya
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini