Dua pejabat KPU di Sulteng meninggal akibat gempa
Merdeka.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menerima informasi ada dua pejabat KPUD di Provinsi Sulawesi Tengah meninggal dunia saat bencana gempa dan tsunami menerjang wilayah itu. Saat gempa melanda, KPU Provinsi Sulawesi Tengah sedang melaksanakan rapat koordinasi penyempurnaan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019.
Komisioner KPU RI, Viryan menyampaikan dua pejabat ini yaitu Kepala Sub Bagian di KPU tingkat kabupaten dan salah seorang lagi merupakan Komisioner KPU kabupaten. Dia mengatakan Kasubag di KPU tingkat kabupaten meninggal dunia karena terkena runtuhan bangunan.
"Pada saat gempa terjadi, secara bersamaan di Sulawesi Tengah itu, di Kota Palu, sedang berlangsung rakor penyempurnaan DPT. Kemudian kita dapat berita, kan jatuh tuh. Kemudian yang kita tahu dari seluruh kabupaten, delegasi dari tujuh kabupaten/kota Insya Allah selamat. Jadi kita geser ke masjid kita kumpul. Sekaligus KPU provinsi. Tetapi ada satu anggota KPU kabupaten dan satu lagi kasubag. Yang kasubag nya ini ketimpa. Kalau lainnya belum tahu," jelasnya di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/10).
Saat kejadian Ketua KPUD Provinsi Sulteng sedang berada di Jakarta. Sebenarnya Ketua KPUD Provinsi Sulteng dijadwalkan membuka agenda rakor tersebut. Namun karena ada agenda bersamaan di Jakarta, maka yang bersangkutan berangkat ke Jakarta.
KPU RI telah mendapat informasi para komisioner di beberapa kabupaten telah dilaporkan selamat dari musibah gempa dan tsunami pada Jumat pekan lalu. Viryan menyampaikan dari konfirmasi terakhir yang diterimanya hari Minggu, komisioner KPUD yang selamat yaitu dari KPU Banggai, KPU Poso, KPU Bangket, KPU Tojo Una-Una, KPU Banggai Laut, KPU Provinsi dan KPU Toli-Toli.
"Itu yang sudah dapat beritanya selamat, selebihnya belum. KPU provinsi dan enam kabupaten sudah dipastikan selamat, berada di lapangan masjid Palu di hari Minggu," jelasnya.
Dia juga mendapat cerita ada pejabat KPU yang lompat dari lantai lima ke lantai empat melalui jendela. Meski ada kejadian ini, pemungutan suara pada April 2019 dipastikan tak akan ditunda. Karena waktu pelaksanaan masih lama dan masih ada waktu untuk melakukan persiapan.
"Masih jauh, kecuali ini H-3. Masih jauh, recovery itu biasanya tiga bulan," ucapnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya