DPRD Usul Pejabat Publik DIY yang Pertama Divaksin: Agar Kesangsian Tidak Ada
Merdeka.com - Pemda DIY menerima pembagian jatah vaksin Covid-19 tahap pertama dari pemerintah pusat. Di tahap pertama ini sebanyak 26.800 dosis vaksin diberikan untuk Pemda DIY.
Ketua DPRD DIY, Nuryadi, menyarankan agar pejabat publik atau forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompimda) untuk menjadi orang pertama yang divaksin. Nuryadi menyebut saran ini untuk menepis keraguan masyarakat terhadap vaksinasi Covid-19.
"Agar kesangsian di DIY tidak ada, maka pemangku kebijakan menjadi pertama kali (yang divaksin). Jadi Forkompimda harus siap melakukan itu atau divaksin," ujar Nuryadi di DPRD DIY, Selasa (5/1).
"Itu (pejabat divaksin pertama) sekaligus menjawab keraguan-keraguan atas vaksin tersebut. Itu adalah terapi yang baik melawan COVID-19. Sehingga Masyarakat tidak perlu ketakutan untuk divaksin," sambung Nuryadi.
Politisi PDI Perjuangan ini menuturkan untuk di tingkat pusat, Presiden Jokowi telah menyatakan kesiapan menjadi orang pertama yang divaksin. Langkah ini, sambung Nuryadi perlu ditiru oleh pejabat di level daerah.
Sementara itu, Kepala Dinkes DIY, Pembajun Setiyaningastutie, menuturkan pihaknya telah menerima jatah dari pemerintah pusat sebanyak 26.800 dosis vaksin. Vaksin ini telah diterima pada Selasa (5/1) pagi.
Pembajun menuturkan terkait distribusi vaksin, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kabupaten/kota. Saat ini, vaksin yang tiba di DIY masih dalam proses perhitungan di gudang farmasi Dinkes DIY. Setelahnya baru akan didistribusikan dan dijadwalkan tanggal 14 Januari mendatang akan dilakukan pemberian vaksin pertama.
"Serentak (pemberian vaksin). Jadi tanggal 13 secara simbolis oleh RI 1 dan jajaran menteri yang memenuhi syarat, selanjutnya tanggal 14 dan 15 diminta seluruh provinsi, kabupaten/kota serentak gitu," ucap Pembajun.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya