DPR Desak Menhan Prabowo Jelaskan Perpres Alutsista dalam Rapat Terbuka

Senin, 31 Mei 2021 19:42 Reporter : Henny Rachma Sari
DPR Desak Menhan Prabowo Jelaskan Perpres Alutsista dalam Rapat Terbuka Menhan Prabowo Subianto. ©2020 Merdeka.com/Instagram @rizky_irmansyah

Merdeka.com - Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon meminta rapat kerja dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto digelar secara terbuka pada Rabu (2/6).

Supaya Prabowo bisa menjelaskan secara transparan ke publik mengenai rancangan Peraturan Presiden tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia Tahun 2020-2024 (Alpalhankam). Isinya tentang rencana belanja alutsista TNI mencapai Rp 1.750 triliun.

"Di rapat kerja DPR RI Komisi I dengan Menteri Pertahanan dan Panglima TNI di situ nanti kita minta Pak Menhan menjelaskan detail itu dan kita berharap rapatnya juga terbuka sehingga yang melalui media bisa disampaikan kepada rakyat Indonesia jangan nanti ada yang bertanya ada apa itu dan sebagainya yang semuanya terbukalah itu tadi," ujar Effendi di Kompleks Parlemen, Jakarta, seperti dikutip Antara, Senin (31/5).

Effendi menilai rancangan Perpres Alpalhankam tidak transparan. Kemenhan tidak menyampaikan lebih dahulu kepada anggota dewan tentang rencana pembelian alutsista TNI. Seakan ada yang ditutupi dari isi rancangan tersebut.

"Hanya ini rancangan Perpresnya ini kan sepertinya kan tidak transparan, tidak disampaikan lebih dahulu kepada dewan gitu. Sehingga kita juga ya berpikirannya ada apa sih ada apa sih kemudian rancangan yang begitu hebat itu kemudian sepertinya ditutupi begitu," ucapnya.

Effendi mendesak Prabowo hadir dalam rapat kerja yang akan dilaksanakan lusa. Sebab, dalam rapat tertutup hari ini Wamenhan Muhammad Herindra tidak mau memaparkan soal rancangan Perpres Alpalhankam.

Ditambah, Prabowo kerap tidak menghadiri rapat kerja dengan DPR dengan alasan harus mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo.

"Selalu alasannya itu melulu, tuman itu kebiasaan kayak gitu. saya ga ngerti ya, mbok dibilang aja ke presiden pak izin kami ada rapat di DPR apa iya ga bisa komunikasi, itu terus alasannya, ada rapat ada rapat. Emang ini bukan rapat? jadi ya sudah menjadi kebiasaan," kata Effendi.

"Jadi itu yang hari Rabu jam 10 ini mudah-mudahan beliau tidak istilahnya jangan mangkir ya, jangan absen lagi lah," katanya. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini