DPR Desak Jokowi Segera Pilih Dewan Pengawas KPK

Selasa, 3 Desember 2019 18:04 Reporter : Wilfridus Setu Embu
DPR Desak Jokowi Segera Pilih Dewan Pengawas KPK Taufik Basari. ©2015 Merdeka.com/muhammad zul atsari

Merdeka.com - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Taufik Basari mendorong Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera menuntaskan proses pemilihan Dewan Pengawas KPK.

"Kita berharap presiden akan segera menuntaskan proses pemilihan dewan pengawas," ungkap Taufik, saat ditemui, di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (3/12).

Dengan demikian, lanjut dia, Dewan Pengawas dapat mulai bekerja bersamaan dengan pelantikan pimpinan komisi antirasuah yang baru.

"Agar ketika nanti pelantikan pimpinan KPK yang baru, sudah juga bisa dilakukan bersamaan dengan dewan pengawas sebagai pelaksana dari Undang-Undang," terang dia.

1 dari 2 halaman

Yakin Jokowi Pilih Orang Terbaik

Terkait kualitas dan profil dewan pengawas KPK, Taufik meyakini, Presiden Jokowi bakal memilih orang-orang yang tepat. "Memang Undang-Undang memberikan kewenangan penuh bagi presiden untuk mengangkat dewan pengawas, tidak butuh satu konsultasi apapun secara formal kepada pihak lain," tegas dia.

"Tapi tentu presiden bersama jajarannya pun juga saya yakini telah melakukan konsultasi secara informal juga dengan beberapa pihak terkait untuk memastikan rekam jejak anggota dewan pengawas ini bersih dan berintegritas sehingga ketika mereka bekerja nantinya dapat kepercayaan dari publik juga," imbuhnya.

Politisi Nasdem ini menambahkan, pihaknya tentu mengharapkan agar kinerja KPK dapat meningkat seiring dengan hadirnya pimpinan baru dan implementasi dari Undang-Undang KPK.

"Terkait dengan keraguan masyarakat terhadap Undang-undang KPK atau juga pimpinan KPK, saya cukup optimis bahwa waktu akan cukup menjawabnya. Apakah kekhawatiran bahwa memang KPK dilemahkan atau tidak, nanti akan kita lihat apakah ketika nanti Undang-Undang KPK ini dilaksanakan akan membuat KPK tidak bisa bergerak, tidak bisa berbuat apa-apa atau tidak," ujar Taufik.

"Demikian juga dengan munculnya hal yang baru seperti dewan pengawas ini, nanti kita akan buktikan secara empirik ketika pelaksanaannya berlangsung. Kalau sekarang kan kita masih menduga-duga ya. Ada yang bilang ini melemahkan, ada yang bilang ini tidak. Baru bisa terjawab apakah dugaan-dugaan itu benar atau tidak setelah ini terlaksana," tandasnya.

2 dari 2 halaman

Istana Masih Finalisasi

Diketahui, Presiden Joko Widodo mengatakan hingga saat ini tim internal yang dipimpin oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno belum memutuskan terkait dewan pengawas KPK. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut menjelaskan hingga kini pihaknya masih mencari masukan dari beberapa pihak.

"Jadi belum ada proses finalisasi. Masih, masukan-masukan yang sangat banyak," kata Jokowi di Istana Kepresidenan saat makan siang bersama wartawan, Senin (2/12).

Dia mengatakan saat ini sedang mencari sosok lima orang untuk posisi dewan pengawas yang memiliki rekam jejak yang baik. Mulai dari pengalaman dalam bidang hukum.

"Juga mungkin yang berkaitan dengan audit pemeriksaan untuk sebuah pengelolaan keuangan yang penting. Kemudian ya itu, ini masih proses berjalan. Kita masih, tanggal 20-an kan," ungkap Jokowi.

Sesuai dengan UU Nomor 19 tahun 2019 tentang perubahan UU KPK, dewan pengawas akan diisi oleh lima orang. Jika sudah terpilih, dewan pengawas akan dilantik Jokowi bersamaan dengan pelantikan pimpinan KPK 2019-2023 pada Desember 2019. [bal]

Baca juga:
Presiden Jokowi Masih Jaring Calon Dewan Pengawas KPK
Tak Mau Dianggap Provokasi, Penasihat Tsani Annafari Minta Pegawai KPK Jangan Mundur
Dinilai Tak Antikorupsi, Kebijakan Presiden Jokowi Ini Menuai Kontroversi
Jabatannya Hilang di UU Baru, Tiga Penasihat KPK Resmi Mundur
Komisi III Pastikan Dewan Pengawas Tak Ganggu Independensi KPK

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini