Dorongan partai pendukung Jokowi dalam pemberantasan korupsi dinilai wacana

Sabtu, 30 September 2017 19:33 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Dorongan partai pendukung Jokowi dalam pemberantasan korupsi dinilai wacana Diskusi di ICW bahas praperadilan Setnov. ©2017 Merdeka.com/Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti menilai semangat pemberantasan korupsi era Presiden Jokowi masih lemah. Menurut dia, kelemahan itu ditambah fraksi partai pendukung Jokowi yang hanya menyuarakan pemberantasan korupsi, namun belum ada pembuktian yang mumpuni.

"Tiga tahun menjelang era pemerintahan pak Jokowi, pemberantasan korupsi jadi lemah, fraksi pendukung Jokowi tidak mendukung pemberantasan korupsi. Mereka hanya berbusa-busa menyuarakan pemberantasan korupsi," kata Ray dalam diskusi Indonesian Corruption Watch (ICW) di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (30/9).

Ray menambahkan, koalisi partai pendukung pemerintah juga sama sekali tidak mendukung pemberantasan korupsi. Hal itu ditujukan pada pansus angket yang selalu permasalahkan prosedur Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Contohnya Pansus Angket yang selalu mengkritik KPK. Angket juga melanggar Undang-undang karena masa kerjanya sudah berakhir," tukasnya.

"Sekarang ini kekuatan KPK ialah Civil Society dan kawan kawan media sekarang, dan presiden, tapi presiden sendiri ingin KPK jangan diperlemah, tapi enggak tahu jangan memperlemahnya itu bagaimana," kata dia.

Selain itu, Ray juga menilai KPK terlalu lama dalam menetapkan ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka korupsi e-KTP dan tergesa-gesa sehingga tidak optimal. KPK pun tidak berani lagi menetapkan Setya Novanto menjadi tersangka karena barang buktinya sama.

"Memang mudah menangkap koruptor, tapi mereka tahu celahnya kok," pungkasnya. [gil]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini