Donor Darah di Palembang Berkurang, Target 150 Kantong Darah Per Hari Tak Tercapai
Merdeka.com - Sejak pandemi Covid-19, jumlah pendonor di Palembang berkurang. Akibatnya target 150 kantong darah per hari di kota itu tak tercapai.
Kepala UPTD Palang Merah Indonesia (PMI) Palembang Selvi Dwi Putri mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan donor sukarela tak lagi mendonorkan darahnya, salah satunya khawatir tertular virus corona. Alhasil pihaknya kesulitan memenuhi target darah dan harus mencari donor pengganti.
"Sejak Maret 2020 atau sejak pandemi Covid-19, donor tetap atau sukarela berkurang dan otomatis berpengaruh pada target 150 kantong darah per hari," ungkap Selvi, Kamis (5/11).
Dia menjelaskan, perbandingan pendonor pengganti saat ini lebih banyak dari pendonor tetap, bisa 70 persen berbanding 30 persen. Hanya saja pendonor pengganti berasal dari keluarga pasien yang membutuhkan darah dalam waktu tertentu saja.
"Itu masalahnya, donor pengganti itu dicari kerabatnya untuk memenuhi darah yang dibutuhkan pasien," kata dia.
Oleh karena itu, pihaknya mengimbau pendonor sukarela kembali datang ke PMI untuk mendonorkan darahnya seperti biasa. Dia memastikan penerapan protokol kesehatan diberlakukan secara ketat sehingga dapat mencegah penyebaran Covid-19. Belum lagi rutinitas penyemprotan disinfektan di setiap sudut ruangan agar membuat pendonor nyaman.
"Petugas kami juga rutin dilakukan rapid tes karena bersinggungan langsung dengan pendonor. Kami kira tak ada alasan lagi pendonor sukarela masih takut," ujarnya.
Hanya saja, kata dia, diharapkan kejujuran dari pendonor sendiri tentang kondisi keluarga dan lingkungannya yang bebas dari Covid-19. Sikap itu diperlukan karena PMI tidak memberlakukan wajib rapid tes bagi pendonor.
"Selain pemeriksaan amnesis, pendonor ditanya juga apa ada keluarga atau sekitarnya terpapar Covid-19 atau tidak, kejujuran mereka penting karena menyangkut kesehatan orang lain dan petugas kami," pungkasnya.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya