DKPP Periksa Eks Anggota KPU Wahyu Setiawan Besok

Selasa, 14 Januari 2020 21:23 Reporter : Ahda Bayhaqi
DKPP Periksa Eks Anggota KPU Wahyu Setiawan Besok Komisioner KPU Wahyu Setiawan. ©2020 Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Plt Ketua DKPP Muhammad mengatakan, bekas anggota KPU Wahyu Setiawan akan dipanggil dalam pemeriksaan etik. Muhammad mengatakan, Wahyu telah memenuhi syarat untuk dilakukan pemeriksaan etik. Rencananya pemeriksaan akan dilakukan pada Rabu (15/1) besok.

"Kami sudah putuskan serta sudah memanggil pihak-pihak terkait, insyaAllah besok pukul 14.00 akan kita lakukan pemeriksaan etik kepada saudara WS," kata dia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/1).

Muhammad mengatakan, sudah menyampaikan kepada KPK untuk dapat menghadirkan Wahyu dalam pemeriksaan etik. Namun, pihaknya belum mendapatkan konfirmasi.

"Saya mendapat laporan dari sekretaris DKPP, bahwa Pak Ketua KPK itu akan memberikan konfirmasi, apakah kemudian DKPP diperkenankan untuk membawa teradu ke DKPP atau seperti apa teknisnya," ucapnya.

1 dari 2 halaman

Dia mengatakan, sanksi yang menunggu Wahyu dapat pemberhentian dengan tidak terhormat jika ditemukan pelanggaran etik berat. Muhammad menyarankan Presiden Joko Widodo untuk menunggu keputusan pemberhentian Wahyu kendati sudah ada surat pengunduran diri. Hal itu untuk pengganti Wahyu.

"Putusan DKPP akan dikirim ke presiden, karena presiden kan yang menerbitkan SK pemberhentian dan pengangkatan anggota KPU dan pengganti antar waktu. Jadi kalau mislanya insyaAllah sidangnya jadi besok, saya percaya pekan ini juga DKPP akan mengirim surat ke presiden mengenai putusan DKPP itu," kata Muhammad.

2 dari 2 halaman

KPK menetapkan Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Wahyu ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan penerimaan suap penetapan anggota DPR terplih 2019-2020.

Tak hanya Wahyu Setiawan, KPK juga menetapkan 3 tersangka lainnya dalam kasus tersebut. Yakni mantan Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, mantan Caleg PDIP Harun Masiku, dan Saeful pihak swasta.

Pemberian suap untuk Wahyu itu diduga untuk membantu Harun dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP yang meninggal dunia yaitu Nazarudin Kiemas pada Maret 2019. Namun dalam pleno KPU pengganti Nazarudin adalah caleg lainnya atas nama Riezky Aprilia.

Wahyu diduga sudah menerima Rp 600 juta dari permintaan Rp900 juta. Dari kasus yang bermula dari operasi tangkap tangan pada Rabu, 8 Januari 2020 ini, tim penindakan KPK menyita uang Rp400 juta. [ray]

Baca juga:
DKPP Periksa Eks Anggota KPU Wahyu Setiawan Besok
Ketua KPU Jawab Johan Budi: Tidak Ada Anggota Lain Terlibat Kasus Wahyu Setiawan
Arief Budiman Tegaskan Tindakan Wahyu Setiawan di Luar Kontrol KPU
Ketua KPK Cek Kabar Harun Masiku Sudah Kembali ke Indonesia
Ketua KPK Tegaskan Tak Ada Penyidik Hendak Ciduk Sekjen PDIP

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini