Divonis Mati, Seluruh Aset 6 Bandar Narkoba Disita Negara

Sabtu, 6 Juli 2019 01:33 Reporter : Irwanto
Divonis Mati, Seluruh Aset 6 Bandar Narkoba Disita Negara Aset 6 Bandar Narkoba Disita Negara. ©2019 Merdeka.com/Irwanto

Merdeka.com - Pengadilan Negeri Klas 1A Palembang menggelar sidang dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terhadap enam komplotan bandar narkoba asal Surabaya, Jawa Timur. Hakim memutuskan menyita seluruh aset berharga milik para tersangka dan diambil alih oleh negara.

Keenam terdakwa adalah Nazwar Syamsyu alias Letto (25), Mohammad Hasanuddin alias Hasan (38), Candra Susanto alias Candra (23), Andik Hermanto alias Andik (24), Trinil Sirna Prahara alias Trinil (21) dan Ony Kurniawan Subagyo alias Oni (23). Mereka sebelumnya divonis pidana mati.

Majelis hakim yang diketuai Akhmad Suhel memutuskan enam terdakwa bersalah atas kasus TPPU. Mereka menggunakan uang hasil bisnis narkoba untuk memperkaya diri.

"Harta kekayaan yang didapat dari hasil tindak pidana berdasarkan keterangan saksi dan terdakwa menyatakan perbuatan terdakwa dari hasil transaksi narkoba sudah menerima keuntungan berupa uang. Dengan demikian para terdakwa bersalah," ungkap Suhel, Jumat (5/7).

Hakim memerintahkan kepada para terdakwa menyerahkan seluruh aset berharga kepada negara. Yakni satu unit Mitshubisi Fuso warna orange tahun 2014, Suzuki AVP, Toyota New Avanza, motor Kawasaki, New Avanza, dan uang tunai dari berbagai macam ATM sebanyak Rp 400 juta.

"Menyatakan seluruh aset keenam terdakwa disita negara," ujarnya.

JPU mengaku puas dengan vonis majelis hakim sesuai dengan tuntutan. Sementara kuasa hukum para terdakwa, Muhammad Ridho menyebut menerima putusan hakim dan tidak akan mengajukan banding.

"Kami menerima putusan tersebut karena dalam putusan tersebut klien kami ditiadakan putusan badan. Keseluruhan klien kami menerima tuntutan yang ada," kata dia.

Diketahui, keenam terdakwa merupakan komplotan gembong narkoba asal Surabaya yang divonis mati bersama tiga rekannya pada 7 Februari 2019. Mereka ditangkap Ditresnarkoba Polda Sumsel di Palembang pada 2018.

Penangkapan bermula dari penemuan narkoba jenis sabu seberat 3,5 Kilogram yang ditinggalkan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang. Dari hasil pengembangan informasi, Ditresnarkoba Polda Sumsel meringkus LT dan lima bandar narkoba lainnya di di Surabaya. Mereka membawa 5,8 kg sabu dan 4.950 butir pil ekstasi. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Narkoba
  2. Pencucian Uang
  3. Palembang
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini