Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ditangkap, pemerkosa ABG di Jembrana tipu korban pakai indra keenam

Ditangkap, pemerkosa ABG di Jembrana tipu korban pakai indra keenam Pemerkosa ABG di Jembrana. ©2017 Merdeka.com/gede nadi jaya

Merdeka.com - Polisi langsung memburu pelaku pemerkosaan terhadap MAJ, remaja berusia 17 tahun di Kabupaten Jembrana. Tak butuh lama, pelaku berinisial Gusti PAW (24) dicokok di rumahnya di Desa Batuagung Kabupaten Jembrana.

Hasil pemeriksaan sementara, buruh serabutan ini mengaku sebelumnya memang sering berkomunikasi dengan korban lewat BBM. Kemudian pelaku dan korban sepakat bertemu.

Oleh pelaku, siswi kelas XII di sebuah SMK swasta di Jembrana itu kemudian dijemput di rumahnya. Letak tempat tinggal korban ada pelaku tak terlalu jauh.

"Lewat chat BBM, pelaku mengenalkan diri bernama Gus De. Pelaku mengaku menjemput korban malam itu, namun pelaku mengenalkan dirinya dengan nama Alit atas suruhan dari Gus De menjemput," terang Kasat Reskrim AKP Yusak A Sooai, Jumat (13/1).

Tanpa curiga, korban ikut dan berboncengan dengan pelaku. Bahkan pelaku dan korban sempat berteduh lantaran hujan. Saat itu korban sempat BBM lagi dengan pria yang diharapkannya bernama Gus De. Sialnya, korban tidak menyadari kalau pria yang bersamanya itulah Gus De.

"Saat berteduh itu korban sempat menghubungi Gus De lewat BBM dan meminta menjemput dirinya di lapangan Pergung. Rupanya BBM korban dibalas oleh pelaku kalau dirinya sedang berada di Gedung Kesenian bersama teman-temannya dan dalam BBM tersebut korban diminta menunggu di jalan desa dekat GOR Kresna Jvara (lokasi pemerkosaan). Padahal pelaku menjawab chat BBM di sebelah korban, tetapi tidak membuat korban curiga," tutur Yusak.

Selanjutnya korban dan pelaku menuju ke sebuah desa di dekat GOR Kresna Jvara. Mereka kemudian menuju ke lokasi yang sepi dan gelap. Mereka berdua duduk-duduk. Saat itu, menurut Yusak, PAW sempat mengatakan kepada korban kalau dirinya memiliki indra ke enam. Dia kemudian menakut-nakuti korban dengan mengatakan banyak makhluk halus yang mengikuti korban dan saat itu makhluk halus berada di dekat korban.

"Mendengar penuturan pelaku korban ketakutan dan menangis. Korban kemudian meminta pelaku untuk melindunginya dari gangguan makhluk halus. Kesempatan itu dimanfaatkan pelaku dengan syarat berhubungan intim," kata Yusak.

Korban sempat menolak ajakan pelaku. Namun dari belakang, leher korban dicekik dan diancam akan dibunuh jika tidak mau menuruti ajakan pelaku. "Kita masih lakukan pemeriksaan mendalam dan segera akan kita pra rekonstruksi," pungkasnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP