Ditahan di Rutan Bareskrim, Soni Eranata Pemilik Akun @ustadzmaaher Dijerat UU ITE

Jumat, 4 Desember 2020 11:18 Reporter : Merdeka
Ditahan di Rutan Bareskrim, Soni Eranata Pemilik Akun @ustadzmaaher Dijerat UU ITE Ilustrasi borgol. ©2014 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Tersangka kasus dugaan pelanggaran tindak pidana informasi bermuatan SARA, Soni Eranata (28) selaku pemilik akun twitter Ustaz Maaher At-Thuwaditan (@ustadzmaaher) ditahan di Rutan Bareskrim Polri. Soni sebelumnya ditangkap terkait unggahan lewat akun twitter pribadinya @ustadzmaaher_, Maaher menyinggung sosok Kyai Nahdlatul Ulama (NU) Lutfi bin Yahya yang dinilai bernuansa SARA.

"Ya kita lakukan penahanan di rumah tahanan Bareskrim," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Argo Yuwono saat dihubungi, Jumat (4/12).

Argo tidak membeberkan alasan penahanan terhadap Soni. Namun, dia hanya menyebut penahanan pertama dilakukan selama 20 hari.

"Iya (ditahan 20 hari)," ungkap Argo.

Sebelumnya diberitakan, Soni Ernata (28) diamankan Direktorat Cyber Polri pada Kamis (4/12) sekitar pukul 04.00 Wib di Rumah tinggal beralamat: Cimanggu Wates, Gang Haji Ciong RT 003 / 010 Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah sereal, Kota Bogor, Jawa Barat. Soni Eranata selaku pemilik akun twitter Ustaz Maaher At-Thuwailibi (@ustadzmaaher_) ditangkap polisi terkait kasus dugaan pelanggaran tindak pidana informasi bermuatan Sara.

"Benar telah melakukan penangkapan, tersangka atas nama Soni Eranata pemilik akun twitter Ust Maaher At-Thuwalibi," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono dalam keterangannya, Kamis (3/12).

Argo menjelaskan jika penangkapan tersebut berdasarkan adanya Laporan Polisi: LP/B/0677/XI/2020/Bareskrim pada tanggal 27 November 2020. Terkait dugaan tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan dan Sara baik antar kelompok maupun individu.

"Yang bersangkutan diamankan Jam 04.00 Wib di Rumah tinggal beralamat: Cimanggu Wates, Gg H.Ciong RT 003 / 010 Kel. Kedung Badak, Kec. Tanah sereal, Kota Bogor, Jawa Barat," sebutnya.

Atas penangkapan tersebut, lanjutnya, penyidik Bareskrim Polri berhasil mengamankan empat buah handphone dengan beragam merek dan satu KTP atas nama Soni Eranata sebagai barang bukti.

"Atas perbuatannya, tersangka disangkakan dalam Pasal 45 ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik," ujarnya.

Kemudian, Argo menjelaskan bila pihaknya sedang mempersiapkan administrasi untuk penyidikan terhadap Soni Eranata yang saat ini sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan digital forensik terhadap sejumlah barang bukti yang telah disita.

Reporter: Yopi Makdori
Sumber: Liputan6.com [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini