Diskusi Syiah yang dihadiri Cak Nun dibubarkan massa
Merdeka.com - Diskusi ilmiah tentang ajaran Syiah di Fakultas Ushuludin, IAIN Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur, diwarnai insiden. Acara yang digelar oleh Senat Mahasiswa dan Pergerakkan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Ushuludin itu, akhirnya dibubarkan oleh sekelompok orang yang mengaku anti Syiah.
Diskusi yang mengusung tema "Haruskah Syiah Ditolak?" itu menghadirkan narasumber tokoh-tokoh islam diantaranya Emha Ainun Nadjib atau biasa dikenal Cak Nun, Ketua Dewan Syuro DPP Ahlul Bait Indonesia (ABI), Umar Syahab dan pengurus MUI Jawa Timur, Habib Achmad Zein Al Kaff.
Sebelum pembubaran, saat itu Umar Syahab baru saja akan menyampaikan materi. Namun, tiba-tiba oleh sekelompok orang dilarang menyampaikan materi dengan alasan keamanan.
Menurut Dekan Ushuludin, Ali Maksum, sebenarnya diskusi ini sudah direncanakan ketika pemberitaan kasus kerusuhan Sampang, Madura masih hangat-hangatnya. Tetapi, karena alasan keamanan, oleh pihak rektorat, diskusi tersebut terpaksa dibatalkan.
"Sejak perencanaan, acara tersebut memang sudah mengundang kontroversi. Karena itu, sejak awal kami sudah mengingatkan mahasiswa untuk membatasi audien," kata dia.
Setelah Umar Syahab dilarang tampil, kemudian acara diskusi dilanjutkan. Dua narasumber yang tersisa, Cak Nun dan Habib Zein menyampaikan wacana diskusi itu dengan lancar sesuai jadwal.
Umar Syahab sempat melakukan orasi saat Habib Zein melakukan interupsi dalam diskusinya. Menurut Umar Syahab dirinya justru menolak ajaran Syiah di Indonesia. Seketika itu, orasi Umar Syahab disambut dengan teriakan sejumlah peserta diskusi yang mendukung Habib Zein.
Suasana diskusi pun mendadak panas. Hingga akhirnya, moderator acara berdiri dan meminta diskusi publik ini diakhiri saja.
"Sebenarnya diskusi ini untuk memberikan pencerahan secara ilmiah kepada mahasiswa, tentang salah satu aliran agama Islam yang sempat menjadi kontroversi di tengah masyarakat," sesal dia mengakhiri pembicaraan.
Sementara menurut panitia acara, Mudatzir, dialog ini dibubarkan karena ada sekelompok orang yang menamakan diri anti Syiah meminta agar diskusi ini dihentikan. "Ada sekelompok orang yang datang ke ruang diskusi dan meminta agar acara diskusi ini dihentikan," terang Mudatzir.
Cak Nun yang hadir di tempat itupun ikutan berdiri dan meminta segenap hadirin untuk bersalawat. Usai membaca salawat, dialog tersebut bubar dengan sendirinya.
Seperti diketahui, MUI Jawa Timur telah mengeluarkan fatwa dengan nomer Kep-01/SKF-MUI/JTM/I/2012 tentang kesesatan ajaran Syiah. "MUI sudah mengeluarkan fatwa. Bahwa ajaran Syiah atau yang juga disebut Syiah Imamiyyah Itsna'asyriyyah adalah sesat. Tak layak ada di Indonesia," tegas Habib Zein.
Karena ini adalah MUI Jawa Timur, lanjut dia, artinya tidak boleh ada di Jawa Timur. "Bahkan untuk memperkuat fatwa tersebut, Gubernur Jawa Timur telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomer 55 tahun 2012, tentang pembinaan kegiatan keagamaan dan pengawasan aliran sesat di Jatim," jelas dia. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya