Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Diselimuti kabut asap, jarak pandang di Kota Medan berkurang

Diselimuti kabut asap, jarak pandang di Kota Medan berkurang Kabut asap di Medan. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Dalam dua hari terakhir Kota Medan diselimuti kabut asap yang belum diketahui jelas dari mana asal asap tersebut. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan asap yang menyelimuti kota Medan tersebut kecil kemungkinan berasal dari kebakaran lahan di Jambi dan Palembang.

Akibat kabut asap ini, dalam dua hari terakhir jarak pandang pengguna jalan dan lalu lintas Kota Medan semakin berkurang. Padahal kemarin, berdasarkan pantauan, langit biru Kota Medan masih nampak terlihat jelas.

"Sejak kemarin kondisi cuaca di Medan masih berawan dan berpeluang hujan. Sementara jarak padang di wilayah Medan sekitar 2 Km (normal 5 Km)," kata Endah Paramita, staf analisa cuaca BMKG Wilayah I Medan, Kamis (18/9).

Endah memaparkan, satelit BMKG mendeteksi adanya 23 hotspot di Sumatera. Namun tidak satu pun titik panas itu di wilayah Sumatera Utara. Sementara itu, angin ke Kota Medan bergerak dari arah Barat Daya. Pihak BMKG menyatakan kecil kemungkinan asap itu berasal dari kebakaran lahan di Jambi dan Palembang.

"Berdasarkan titik apinya. Yang di Palembang itu tidak berpengaruh ke kita, karena jaraknya jauh," ujar Endah.

Lebih jauh mengenai asal asap ini, pihak BMKG juga mendapat informasi mengenai musim panen padi di kawasan Deli Serdang. Ada dugaan asap berasal dari pembakaran sisa panen yang dilakukan petani di kawasan itu.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP