Disekap dan Akan Dijual, Remaja Putri di Ciputat Diselamatkan Keluarga
Merdeka.com - Seorang remaja putri di Ciputat, Tangerang Selatan, SA (16), menjadi korban penganiayaan dan penyekapan. Dia juga nyaris dijual dan dipekerjakan sebagai wanita malam di kawasan Cikarang, Jawa Barat.
SA diselamatkan keluarganya. Mereka menemukannya di kamar indekost di kawasan Ciputat, setelah korban berhasil mengirimkan pesan.
Paman korban, S, mengungkapkan peristiwa penyekapan dan perdagangan orang terhadap keponakannya itu kini telah ditangani Polres Tangerang Selatan. Dia berharap pelaku dihukum berat, agar kejadian serupa tidak terulang.
"Cerita keponakan saya, kalau malam itu saya terlambat menjemput, dia mau dibawa ke Cikarang. Mau dipekerjakan menjadi LC," ucap S ditemui wartawan di Jalan Taqwa, Kelurahan Jombang, Tangerang Selatan, Senin (31/5).
Berdasarkan pengakuan SA kepada pamannya, dia disekap sejak beberapa hari sebelumnya. Dia tidak diperbolehkan keluar.
Kasus itu terungkap, berkat pesan teks yang disampaikan SA kepada kakak kandungnya E, melalui media sosial facebook. Hal itu bisa dilakukan setelah SA meminjam perangkat handphone milik pria yang diduga akan mengencaninya pada malam sebelum ditemukan.
"Setelah kakaknya baca pesan itu, dia (kakak korban) memberi tahu saya dan langsung saya datangi lokasi kos-kosan yang disebutkan. Saya tanya keponakan saya kepada pelaku, tapi dia jawab tidak ada. Kebetulan saat itu kepala SA saya lihat di dalam lemari, dan berdebat sama pelaku, kemudian SA keluar dari lemari itu," jelas S.
Tidak hanya itu, S semakin jengkel ketika melihat wajah keponakannya itu penuh luka lebam. Keterangan SA, dia sempat dipukuli suami pelaku.
"Wajahnya lebam, sempat disambit pakai batu juga. Untungnya tidak kena. Bibirnya berdarah. Hidung berdarah takutnya hidungnya patah, tapi saya belum tahu hasil visumnya," terang S.
Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tangsel, Iptu Agung Susetyo membenarkan adanya tindak kekerasan dan perdagangan orang itu. Saat ini, polisi masih menyelidiki kasus itu.
"Iya benar penganiayaan dan penyekapan, sekarang korban lagi proses visum," jelas Agung.
(mdk/yan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya