Disdik Malang akan Evaluasi Sekolah Tatap Muka Terbatas Mulai 19 April
Merdeka.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang di Provinsi Jawa Timur akan mengevaluasi pelaksanaan sekolah tatap muka secara terbatas yang dimulai sejak 19 April 2021. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Suwarjana mengatakan bahwa kegiatan belajar mengajar akan dihentikan sementara dari 26 sampai 29 April 2021 untuk keperluan evaluasi.
"Satu minggu ini akan diberhentikan dulu, kita evaluasi. Setelah kita evaluasi, protokol kesehatan sudah dipastikan berjalan, kita buka lagi," kata Suwarjana di Kota Malang, dilansir Antara, Jumat (23/4).
Suwarjana menjelaskan, evaluasi penyelenggaraan sekolah tatap muka secara terbatas akan dilaksanakan bersamaan dengan persiapan pelaksanaan ujian akhir siswa kelas 6 Sekolah Dasar (SD), yang akan dilakukan secara tatap muka.
"Kelas 6 akan ujian pada Senin-Kamis, dengan demikian untuk kelas 1-5 akan belajar daring di rumah. Setelah kelas 6 selesai ujian, pada minggu berikutnya, kelas 1-5 akan kami masukkan," kata Suwarjana.
Menurut dia, saat ini 95 persen dari seluruh sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Kota Malang sudah melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah secara terbatas. Dengan demikian, ia mengatakan, hanya lima persen sekolah belum bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka secara terbatas di Kota Malang.
"Mungkin dalam waktu yang lalu ada guru yang terkena Covid-19. Itu harus menjadi perhatian, dan harus kami sikapi," kata Suwarjana.
Pemerintah Kota Malang memperbolehkan sekolah tatap muka terbatas dengan beberapa ketentuan, termasuk di antaranya seluruh siswa dan guru wajib mengenakan masker selama beraktivitas di sekolah dan sekolah harus menyiapkan sarana-prasarana pendukung penerapan protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan.
Selain itu, jumlah peserta kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dibatasi maksimal 50 persen dari jumlah murid. Separuh siswa lainnya harus mengikuti pembelajaran jarak jauh via daring. Siswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas juga harus menjaga jarak minimal 1,5 meter pada saat berada di ruang kelas.
Jumlah akumulatif warga yang terserang Covid-19 di Kota Malang seluruhnya 6.254 orang dengan perincian 5.662 orang sudah sembuh, 574 orang meninggal dunia, dan sisanya menjalani perawatan atau isolasi mandiri.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya