Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dirjen Dukcapil Perintahkan Anak Buah Amankan e-KTP Rusak & Terpakai

Dirjen Dukcapil Perintahkan Anak Buah Amankan e-KTP Rusak & Terpakai Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrullah. ©2017 Merdeka.com/anisatul umah

Merdeka.com - Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh memerintahkan anak buah melakukan beberapa hal terkait penjagaan e-KTP. Hal ini menyusul beberapa peristiwa yang terjadi belakangan ini, seperti terungkapnya jual beli blanko secara online maupun ribuan e-KTP yang tercecer di wilayah Pondok Kopi, Jakarta Timur.

"Mencermati beberapa kejadian yang menimpa dukcapil seperti OTT pungli, pemalsuan e-KTP di Pasar Pramuka, calo e-KTP, penjualan blanko di toko online, e-KTP dibuang di Pondok Kopi Jakarta," kata Zudan dalam pesan singkatnya, Minggu (9/12).

Selain mengkawal pendistribusian e-KTP, Zudan memerintahkan agar para Kadisdukcapil melakukan pengecekan terkait beberapa hal.

"Tolong semua segera untuk mengkonsolidasikan diri agar tiap hari, cek blanko baru, terpakai, rusak, sisanya berapa. Jaga dan amankan," tegasnya.

Kemudian, segera mendistribusikan e-KTP yang belum terdistribusi. "Cek e-KTP yang sudah jadi tapi belum didistribusi untuk segera distribusikan. Cek e-KTP rusak. Untuk segera di potong dan simpan yang rapi," tuturnya.

Selain itu, Zudan juga meminta anak buahnya mewaspadai aksi pungutan liar serta percaloan. "Agar tidak terjadi lagi."

"Hari senin besok semua staf disdukcapil agar di briefing di apel atau melalui rapat," tuturnya.

Sebelumnya, Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil kembali berhasil mengungkap kasus yang berindikasi pidana berupa Penjualan Blangko e-KTP di Pasar Online. Di mana kejadian serupa sebelumnya juga pernah terjadi pada Juli lalu.

Yang paling anyar, ribuan e-KTP ditemukan tercecer di wilayah Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur. Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Dhany Sukma angkat bicara terkait penemuan sebuah karung berisikan KTP elektronik atau e-KTP. Dia mengungkapkan, e-KTP tersebut dicetak pada tahun 2011, 2012, dan 2013.

"Itu memang e-KTP lama," katanya saat dihubungi Liputan6.com, Sabtu (8/12).

Walaupun begitu, Dhany belum bisa memastikan darimana asal-muasal e-KTP tersebut. Saat ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menyelidiki temuan ini.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP