Dipukul Mundur Polisi, Banyak Mahasiswa Terluka Dibawa ke RSPP
Merdeka.com - Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan, kebanjiran pasien mahasiswa dari universitas berbagai daerah di Indonesia. Mereka merupakan pengunjuk rasa yang memperjuangkan pembatalan RUU KUHP di depan Gedung DPR.
Pantauan Liputan6.com, jelang pukul 18.00 WIB, sirine ambulans mulai bersahutan di sepanjang Jalan Kyai Maja, Jakarta Selatan, dan sekitarnya. Kendaraan tersebut mengangkut mahasiswa yang pingsan lantaran tak kuat menahan gas air mata dari petugas kepolisian.
Aparat keamanan TNI Polri memang berupaya membubarkan massa yang masih berusaha bertahan, meski sudah melewati batas waktu aksi pukul 17.00 WIB. Semprotan air dan gas air mata pun ditembakkan.
Para mahasiswa pun berlarian menghindar. Banyak yang terjatuh dan mengalami luka memar, mulai dari kepala hingga lutut. Sebagian dari mereka tak sadarkan diri. Rekan lainnya menggunakan motor membawa para korban ke RSPP. Termasuk juga meminta bantuan ambulans yang bersiaga di sekitar gedung DPR MPR.
Di RSPP, petugas rumah sakit menenangkan setiap mahasiswa yang dalam kondisi panik, datang membawa rekannya.
"Teman saya sudah mau mati ini," teriak mahasiswi Universitas Trisakti menangis histeris.
Satu persatu korban ditangani perawat. Ada yang dibawa ke ruang berkode hijau, biru dan merah. Jika dinilai parah, korban dibawa menggunakan ranjang dorong.
Di ruang hijau, tampak 20 mahasiswa yang sebagian besar perempuan, duduk di atas kursi roda. Perawat dengan perlahan mengajak bicara sambil menyuguhi teh hangat.
"Lelah ya dek, capek. Minum dulu, pelan-pelan, panas," kata ibu perawat.
Reporter: Nanda Perdana PutraSumber: Liputan6.com
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya