Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dipimpin rektor, UGM kirim Tim Mitigasi ke lokasi longsor Ponorogo

Dipimpin rektor, UGM kirim Tim Mitigasi ke lokasi longsor Ponorogo Longsor Ponorogo. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Pasca terjadinya bencana tanah longsor di Banaran, Pulung, Ponorogo, Jawa Timur, Universitas Gadjah Mada akan mengirimkan tim mitigasi dari berbagai bidang ilmu ke Ponorogo. Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana. Baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.

Tim mitigasi ini dipimpin langsung oleh Rektor UGM, Dwikorita Karnawati. Tim mitigasi UGM ini sudah berada di lokasi sehari setelah terjadi longsor yang menyebabkan 28 orang tertimbun. Di antaranya 2 orang ditemukan meninggal, 26 korban masih tertimbun dan dilakukan pencarian.

Menurut Dwikorita, tim bertujuan untuk mencari fakta riil di lapangan. Tim juga diterjunkan untuk mengetahui penyebab utama terjadi longsor di Ponorogo.

"Tim juga melakukan analisis dan mitigasi kemungkinan adanya longsor susulan baik di lokasi kejadian atau pun wilayah lain di Ponorogo," ujar Dwikorita dalam pers rilis yang disebar oleh Humas UGM, Senin (3/4).

Selain itu, lanjut Pakar Geologi UGM ini, tim yang diterjunkan nantinya akan melakukan pemetaan lokasi relokasi bagi warga terdampak bencana. Nantinya, pemetaan akan dilakukan dan hasilnya akan diserahkan ke Pemerintah Ponorogo.

"Kalau dilihat secara alamiah memang kondisi lerengnya labil, ditambah curah hujan yang tinggi. Struktur geologinya rapuh dengan adanya zona patahan," urai Dwikorita.

Dwikorita menuturkan bahwa tim dari UGM juga bertugas menggalakkan perlunya menerapkan 'ilmu titen' untuk mengenali ciri-ciri lahan dan lereng yang rentan longsor, atau pun tanda-tanda awal lereng akan longsor.

"Ilmu Titen ini diharapkan masyarakat akan semakin memahami peringatan dini longsor. Sehingga dapat mencegah atau pun menghindari longsor," pungkas Dwikorita.

Sebelumnya diberitakan, pada tanggal 1 April kemarin, terjadi longsor di Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo, Jawa Timur. Pasca kejadian, dua orang meninggal dan 26 korban masih tertimbun longsoran.

(mdk/msh)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP