Dipimpin Mantan Penasihat KPK, Massa GNKR Kembali Demo Kawal Sidang MK

Selasa, 18 Juni 2019 14:27 Reporter : Merdeka
Dipimpin Mantan Penasihat KPK, Massa GNKR Kembali Demo Kawal Sidang MK Demo di Patung Kuda. ©2019 Liputan6.com

Merdeka.com - Sejumlah massa kembali melakukan demonstrasi mengawal jalannya sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). Massa mengatasnamakan Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) itu menggelar demonstrasi di sekitar Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (18/6) siang.

Pantauan Liputan6.com di lokasi, massa itu dipimpin oleh satu mobil komando terkonsentrasi di depan Gedung Indosat. Tidak terlihat penjagaan yang ketat dengan membentuk barikade polisi demi menjaga aksi tersebut.


Aparat keamanan yang terdiri dari polisi dan TNI hanya duduk-duduk dan berjaga. Massa yang sebagian besar merupakan ibu-ibu ini terlihat tanpa lelah berdiri di tengah terik matahari.

Terlihat pula Abdula Rasyid Abdullah selaku Ketua Panitia Ijtima Ulama dan mantan penasihat KPK Abdullah Hehamahua dalam aksi tersebut.

Dalam aksi tersebut, para peserta diinstruksikan oleh Abdullah Rasyid Abdullah untuk membacakan doa kemudian dilanjutkan dengan orasi. Hingga saat ini, itu orasi masih berlangsung dengan kondusif.

Massa Doakan Presiden Mesir

Aksi massa sidang sengketa gugatan Pilpres 2019 kembali digelar di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) hari ini, Selasa, 18 Juni 2019. Di saat yang sama, aksi massa digelar di sekitar Gedung MK, tepatnya di depan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Dalam kesempatan itu, orator yang tidak diketahui bernama Edi Mulyadi mengajak massa aksi untuk mendoakan atas meninggalnya mantan presiden Mesir yang dipilih secara demokratis, Muhammad Morsi.

"Semoga Allah menerima amalan ibadah beliau. Semoga Allah beri lapang yang luas di kuburnya, semoga perjuangan beliau bisa kita jadikan contoh," harap Edi Mulyadi.

Ia pun mengajak massa aksi untuk membacakan Surat Al Fatihah untuk mendoakan Morsi.

"Mari kita bersama-sama membacakan Al Fatihah untuk beliau," instruksinya.

Sebelumnya diketahui, mantan Presiden Mesir dari Partai Kedaulatan dan Keadilan yang terafiliasi dengan kelompok Ikhwanul Muslimin (Muslim Brotherhood), Muhammad Morsi meninggal dunia di tengah-tengah persidangan kasus yang menjerat dirinya.

Dikutip dari BBC, Senin (17/6), Morsi tumbang saat berbicara di persidangan terkiat kasus tuduhan spionase karena melakukan kontak dengan organisasi kemerdekaan Palestina, Hamas. Ia diketahui berbicara selama lima menit sebelum kemudian tumbang di tengah-tengah persidangan.

Ia dinyatakan meninggal saat di rumah sakit pada pukul 16.50 waktu setempat.

Morsi diketahui sebagai presiden pertama Mesir yang dipilih secara demokratis setelah tumbangnya diktator Husni Mubarak. Pada Pemilu pertama Mesir usai Arab Spring yang digelar 2012, Morsi berhasil meraup suara sebanyak 51,7 persen.

Ia kemudian dikudeta oleh militer Mesir yang dipimpin oleh Jenderal Abdel Fattah al Sisi pada 3 Juli 2013. Para pendukung Morsi menggelar demonstrasi yang terpusat di halaman Masjid Rabaa al Adawiyah.

Selama sebulan lebih mereka mendirikan tenda-tenda di sana untuk menolak kudeta tersebut. Sampai pada tanggal 14 Agustus 2013, yakni saat mereka dibubarkan secara paksa oleh otoritas keamanan Mesir dengan cara ditembaki. Kejadian tersebut menurut Human Rights Watch menyebut aksi tersebut sebagai aksi pembantaian terbesar kala itu.

Reporter: Yopi Makdori
Sumber: Liputan6.com [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini