Diperiksa Selama 5 Jam, Dahnil Dicecar 12 Pertanyaan Terkait Kasus Dana Kemah

Kamis, 7 Februari 2019 18:57 Reporter : Nur Habibie
Diperiksa Selama 5 Jam, Dahnil Dicecar 12 Pertanyaan Terkait Kasus Dana Kemah Dahnil Anzar penuhi panggilan polisi. ©2019 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak usai menjalani pemeriksaan di Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya. Ia diperiksa terkait kasus dugaan penyelewengan dana kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia saat masih menjabat Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah.

Nurcholis Hidayat kuasa hukum dari Dahnil mengatakan, kliennya itu dicecar 12 pertanyaan oleh penyidik selama lima jam menjalani pemeriksaan dari sekitar pukul 11.04-16.00 WIB.

"Ditanya 12 pertanyaan baru dan mengonfirmasi pertanyaan pertanyaan di BAP sebelumnya," kata Nurcholis di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (7/2).

Ia pun menjelaskan, pemeriksaan kali ini lebih untuk melakukan koreksi BAP sebelumnya terkait tanda tangan yang ada dalam Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dana kemah kepemudaan.

"Di sini ditegaskan mas Dahnil untuk mengoreksi BAP sebelumnya yang ditulis saat itu seolah-olah mas Dahnil melakukan autorisasi terhadap penggunaan scan tanda tangan LPJ kegiatan kemah dan itu tidak sesuai dengan apa yang disampaikan mas Dahnil di BAP sebelumnya dan juga sekarang. Selebihnya tidak ada yang lain ya saya pikir itu aja yang paling signifikan," jelasnya.

"Jadi tidak ada satupun autorisasi dari Mas Dahnil terkait dengan LPJ," tambahnya.

Ia mengaku, semestinya dalam kasus ini tak hanya Dahnil saja yang harus bertanggungjawab. Karena ini merupakan kegiatan organisasi pemuda Islam bersama.

"Yang jelas secara spesifik menarget peran dari Dahnil sebagai Ketum PP pemuda Muhammadiyah saat itu, padahal ini adalah kegiatan bersama kolektif organisatoris ya nanti mas Dahnil bisa jelaskan. Jadi tidak proporsional sebenarnya pertanyaan tersebut seharusnya tidak seperti itu," ujarnya.

Sementara itu, Dahnil sendiri mengaku bahwa yang melakukan tanda tangan tersebut bukanlah dirinya. Melainkan teman-teman pemuda lainnya yang berumur dibawah 30 tahun.

"Jadi gini, laporan itu disampaikan langsung ke Kemenpora oleh panitia. Jadi laporan karena apa karena saya gak boleh berkegiatan di kemenpora. Saya itu umurnya lebih dari 30 tahun, jadi laporan-laporan sejak awal kegiatan ini ditangani oleh temem-temen yang lain, oleh Pemuda Muhammadiyah yang berusia 30 tahun ke bawah," ujar Dahnil. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini