Diperiksa KPK, Sekjen PDIP Ungkap Alasan Ajukan Harun Masiku untuk PAW DPR

Jumat, 24 Januari 2020 16:39 Reporter : Yunita Amalia
Diperiksa KPK, Sekjen PDIP Ungkap Alasan Ajukan Harun Masiku untuk PAW DPR Hasto Kristiyanto diperiksa KPK. ©2020 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus suap pergantian antar waktu (PAW) yang melibatkan mantan anggota Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan politikus PDIP Harun Masiku.

Hasto mengatakan, saat diperiksa penyidik ia diminta menjelaskan soal keputusan partainya mengupayakan Harun Masiku menjadi anggota DPR menggantikan Nazaruddin Kiemas.

Menurut Hasto, langkah partainya itu didasari karena memandang Harun Masiku merupakan kader terbaik untuk menggantikan Nazaruddin yang meninggal dunia.

"Mengapa saudara Harun (Masiku), kami juga memberikan keterangan karena yang bersangkutan punya latar belakang yang baik, sedikit dari orang Indonesia yang menerima beasiswa dari Ratu Inggris dan memiliki kompetensi dalam international economic law," kata Hasto, Jumat (24/1).

Ia juga menyinggung pengalaman partainya saat pergantian antar waktu anggota dewan tahun 2009. Hasto mengklaim partainya juga menyalurkan suara Ginting kepada caleg PDIP lainnya yang dinilai berprestasi.

"Ketika almarhum Sutradara Ginting juga meninggal dan kami limpahkan suaranya kepada kader yang menurut partai terbaik. Jadi kami memberikan keterangan terkait hal tersebut," kata Hasto.

Kendati Harun Masiku sudah menjadi tersangka atas dugaan pemberi suap, sosoknya tak kunjung terlihat. Ia disebut berada di Singapura. Namun informasi itu terbantah oleh Ditjen Imigrasi Kemenkum HAM yang menyebut Harus sudah berada di Indonesia sejak 7 Januari, sebelum operasi senyap dilakukan. [did]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini