Diperiksa KPK Sebagai Tersangka, Eks Dirut Petral Siap Kooperatif

Selasa, 5 November 2019 18:37 Reporter : Merdeka
Diperiksa KPK Sebagai Tersangka, Eks Dirut Petral Siap Kooperatif Mantan Dirut Petral Bambang Irianto. ©2019 Liputan6.com/Ditto Radityo

Merdeka.com - Mantan Direktur Utama Pertamina Energy Trading Limited (Petral), Bambang Irianto (BTO) telah ditetapkan KPK sebagai tersangka atas kasus dugaan suap perdagangan minyak mentah dan produk kilang di Pertamina Energy Service Pte Ltd.

"Hari ini saya diperiksa pertama sebagai tersangka, ada beberapa pertanyaan yang diajukan ke saya dan dalam melakukan tanya jawab juga sangat koperatif sangat lancar saya percaya lembaga ini," kata Bambang usai diperiksa selama hampir sehari penuh oleh penyidik KPK di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, Selasa (5/11/2019).

Namun saat dikonfirmasi awak media soal dugaan suap senilai 2,9 juta dolar, Bambang mengaku KPK belum mencecarnya terkait hal tersebut. BTO juga mengaku tidak ada pertanyaan yang mengarahkan terkait hubungannya dengan sang pengusaha minyak, Riza Chalid.

"Tidak ada belum sampai ke situ," ujarnya.

Dia mengaku, penyidik KPK hanya menanyakan seputar tugas pokok dan fungsinya saja selama menjalankan peran sebagai Dirut Petral.

KPK telah menetapkan Bambang sebagai tersangka sejak Selasa, 10 September 2019. Kendati demikian, KPK belum menahan atas alasan belum cukup bukti untuk dilakukan penahanan.

Kasus membelit Bambang diduga berlangsung saat yang bersangkutan menjabat sebagai Managing Director Pertamina Energy Service (PES) Pte. Ltd periode 2009-2013. BTO diduga menerima suap USD 2,9 juta dari pihak Kernel Oil.

Bambang diduga telah membantu kegiatan perdagangan produk kilang dan minyak mentah kepada PES/PT Pertamina (Persero) di Singapura dan pengiriman kargo.

"Penerimaan uang haram itu diduga disamarkan Bambang lewat rekening perusahaan cangkang," terang Febri.

Febri melanjutkan, perusahaan cangkang tersebut bernama Siam Group Holding Ltd yang berada di British Virgin Island. Perusahaan tersebut menerima uang dalam periode 2010-2013.

Reporter: M Radityo

Sumber: Liputan6.com [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Petral
  2. Kasus Korupsi
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini