Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dinilai aman & ramah, Makassar jadi tujuan favorit imigran gelap

Dinilai aman & ramah, Makassar jadi tujuan favorit imigran gelap Ratusan imigran gelap terdampat di Aceh. ©AFP PHOTO/Reza Juanda

Merdeka.com - Jumlah imigran gelap yang ditempatkan yang ditempatkan di 30 titik penampungan Makassar saat ini mencapai 1.999 orang. Sebagian besar di antaranya berasal dari Timur Tengah, yakni Afghanistan dan Iran, di mana kedua negara itu penyumbang terbesar imigran gelap di Indonesia.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Izin Tinggal Keimigrasian Sulawesi Selatan, Andi Pallawarukka mengatakan, secara keseluruhan, jumlah imigran gelap yang ditampung di Indonesia sebanyak 13 ribu orang. Selain Makassar, tempat penampungan ada di Manado, Balikpapan, Jayapura, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang dan Jakarta.

Terbanyak berada di Makassar yakni mencapai 1.999 orang. Sejak lima tahun terakhir, di kota ini jumlah imigran gelap yang ditampung sempat mencapai 3.000 orang, hingga membuat tempat penampungan penuh sesak. Sedangkan daerah lain hanya berjumlah 200 hingga 1.000 orang.

"Makassar menjadi favorit para illegal migran ini karena Makassar dinilai lebih aman, lebih tenang bagi mereka. Juga dinilai warga Makassar ramah sehingga mereka saling mengabari membuat yang lainnya berminat jadikan Kota Makassar daerah sementaranya menunggu keputusan UNHCR memberangkatkannya ke negara ketiga sebagai negara tujuannya seperti Australia," kata Andi Pallawarukka di kantornya, Kamis (5/1).

Sama halnya dengan para imigran gelap, Andi berharap mereka segera diberangkatkan menuju negara tujuan. Namun, keputusan pemberangkatan berada di tangan UNHCR, lembaga PBB untuk mengurusi pengungsi.

Andi Pallawarukka mengungkapkan, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo pernah meminta tidak ada lagi penambahan jumlah imigran gelap, kalau perlu diturunkan. Dan hal ini ditindaklanjuti Kepala Divisi (Kadiv) Imigrasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulsel.

"Tidak ada satu sen pun dana kita keluarkan untuk illegal migran ini, jadi jangan sampai ada anggapan masyarakat kita keluarkan dana. Semua kebutuhan hidup mereka itu didanai International Organization Migration (IOM) dari UNHCR," ujar Andi Pallawarukka.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP