Diminati pasar Afrika, Pesawat N219 bakal diproduksi di Turki

Rabu, 6 September 2017 00:23 Reporter : Andrian Salam Wiyono
Diminati pasar Afrika, Pesawat N219 bakal diproduksi di Turki Pesawat N219 jalani uji terbang kedua. ©2017 merdeka.com/dian rosadi

Merdeka.com - Pesawat N219 buatan anak bangsa diminati pangsa pasar Afrika pasca uji terbang perdana Rabu 16 Agustus lalu. PT Dirgantara Indonesia selaku produsen akan memproduksi pesawat jenis fixed wing tersebut di Turki.

Ketertarikan itu disampaikan langsung pihak Turkish Aerospace Industries (TAI) pada PT DI untuk merancang N219 yang nantinya diperjualkan negara-negara Afrika.

"Turki ini ada dari TAI, BUMN-nya Turki lah. Resmi milik pemerintah Turki. Katanya itu untuk dipasarkan di Afrika. Jadi nanti kerja sama bikin N219 sama-sama bikin di sana," kata Direktur Produksi PT DIrgantara Indonesia Arie Wibowodi Kantor PT DI Kota Bandung, Selasa (5/9).

Menurutnya, pesawat N219 tersebut cukup masuk akal untuk diproduksi di Turki. Sebab jika PT DI harus produksi massal dengan pesanan langsung ke Afrika itu akan menelan biaya besar dan dengan waktu yang lama.

"Saya sangat logika, karena kalau bikin di sini susah, mesti dikirim ke Senegal atau kemana, berapa hari ngirimnya," terangnya.

PT DI pun menurutnya tidak begitu keberatan dengan tawaran tersebut. Apalagi TAI sudah cukup berpengalaman di industri kedirgantaraan Turki dan kompetitif. Karena TAI sudah dipandang lewat hasil produksi beberapa jenis pesawat mulai dari tempur, hingga helikopter.

"Mendingan diproduksi aja di sana. Suportnya by goverment. Mereka statusnya jauh lebih bisa helikopter tempur, badannya F22," terangnya.

Dia mengatakan, selain Turki dan Afrika, negara di Asia Tenggara juga sudah menyampaikan ketertarikannya dengan N219 tersebut. Karena pesawat yang bisa digunakan di landasan pacu 500 meter tersebut dinilai bisa lebih flexible.

"Negara-negara Asia Tenggara seperti Thailand ada keinginan sekarang, dia memberikan apresiasi dengan ikutan beli," katanya.

Namun dia memastikan, pesawat tersebut akan dikomersilkan setelah mendapatkan sertifikat layak yang ditargetkan pada 2018 mendatang. [dan]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini