Dijanjikan beasiswa S2, mahasiswi Unpatti Ambon tertipu Rp 25 juta

Rabu, 26 April 2017 08:34 Reporter : Dedi Rahmadi
Dijanjikan beasiswa S2, mahasiswi Unpatti Ambon tertipu Rp 25 juta Ilustrasi Korupsi. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Delsy Selitaniny, mahasiswi Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon menjadi korban penipuan Maria Talapessy senilai Rp 25.630.000. Maria menjanjikan Delsy mendapat beasiswa strata dua di Unpatti karena dia mengaku kenal dekat dengan Rektor Unpatti saat itu, Prof Thomas Pentury.

"Maria Talapessy didakwa telah melanggar pasal 378 KUH Pidana tentang perbuatan curang yang ancaman hukumannya selama empat tahun penjara," ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Maluku, Ester Wattimury seperti dilansir Antara, Rabu (26/4).

Peristiwa penipuan ini bermula saat Maria mendatangi tempat kos saksi Darmini di Negeri Passo, Kecamatan Baguala (Kota Ambon) untuk mengambil paket bahan pokok dan menemukan saksi korban, Delsy Selitaniny yang juga tinggal di tempat tersebut dan menanyakan saksi korban kuliah di mana.

Kemudian saksi korban menjawab kalau dirinya kuliah di Fakultas Keguruan dan Ilmu Politik (FKIP) Unpatti, sudah di semester akhir dan sementara menyusun skripsinya.

Lalu terdakwa menyatakan kesanggupannya akan membantu saksi korban untuk mendapatkan kesempatan melanjutkan studi ke strata dua dengan mendapatkan beasiswa karena dia mengenali secara dekat dan memiliki hubungan kerabat dengan Rektor Unpatti saat itu, Prof Thomas Pentury.

Delsy Selitaniny yang merasa tertarik dengan tawaran itu akhirnya setuju dan memberikan bukti daftar nilai semester (DNS) serta kartu rencana studi (KRS) kepada terdakwa diserta uang administrasi Rp 300.000 dan uang jasa lainnya sehingga totalnya mencapai Rp 900.000.

"Meski pun saksi korban hanya diberikan janji kosong dan harapan palsu, tetapi terdakwa masih terus menghubungi dirinya berulang kali hingga tahun 2016 untuk meminta uang administrasi antara Rp 1 juta hingga Rp 1,6 juta dan total dana yang diserahkan mencapai Rp 25.630.000," kata JPU saat membacakan dakwaannya.

Karena merasa telah ditipu dan dicurangi hingga menimbulkan kerugian, saksi korban meminta kembali uang yang telah diserahkannya namun terdakwa telah menggunakan uang tersebut untuk kebutuhan setiap hari dan kasus ini dilaporkan ke polisi. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. Penipuan
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini