Diduga Terpapar Corona, Perawat Sedang Hamil Meninggal Dunia di Surabaya

Senin, 18 Mei 2020 18:55 Reporter : Erwin Yohanes
Diduga Terpapar Corona, Perawat Sedang Hamil Meninggal Dunia di Surabaya Pasien Corona. ©2020 Photo

Merdeka.com - Seorang perawat di Rumah Sakit Royal Surabaya meninggal dunia diduga akibat terpapar Corona atau covid-19. Banyak pihak prihatin lantaran perawat tersebut meninggal dengan kondisi sedang hamil.

Juru Bicara Covid-19 Rumah Sakit Royal Surabaya, dr Dewa Nyoman Sutanaya membenarkan AS, seorang tenaga kesehatan dari rumah sakitnya meninggal dunia diduga karena terinfeksi Covid-19.

"Benar video di medsos itu (AS) ya, perawat kami. Tadi dapat informasi meninggal sekitar pukul 10.50 WIB di RSAL (Rumah Sakit Angkatan Laut)," katanya, Senin (18/5).

Ia menambahkan, secara klinis, sang perawat memiliki gejala yang identik dengan Covid-19. Namun, ia mengaku yang berhak menjelaskan perihal meninggalnya perawat tersebut adalah rumah sakit tempat yang bersangkutan dirawat yakni RSAL.

"Saya rasa, benar dan tidaknya (positif Corona) dari RSAL yang menjelaskan. Dari kami memang dugaan ke arah sana (Covid-19) secara klinis. Pasti dan tidaknya dari RSAL, karena RSAL yang merawat lanjutan," katanya.

Mengenai kondisi perawat yang sedang hamil, Dewa juga membenarkannya. Namun dirinya tidak tahu pasti usia kehamilan AS.

"Iya (hamil). Pastinya saya tidak tahu (usia kandungan) tapi sekitar trimester dua awal. Tapi kalau sedang hamil iya, benar hamil," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Ia menambahkan, meski berstatus perawat, namun AS bukanlah tenaga kesehatan yang menangani langsung kasus Covid-19. Sebab, seorang perawat yang sedang hamil tidak boleh bertugas menangani Covid-19.

"Iya perawat sini. Bukan (khusus menangani pasien corona). Perawat yang di luar tim corona, karena kan tidak boleh ada yang hamil," jelasnya.

Disinggung mengenai dari mana AS diduga tertular corona, ia tidak bisa memastikan. Sebab, dalam kasus ini yang bersangkutan tidak bertugas secara langsung dengan pasien corona.

Ia menyebut, tertularnya AS bisa dari berbagai macam sumber. Baik itu di lokasi pekerjaan meski tidak berada di ruang isolasi, di rumah, maupun dari lainnya.

"Bermacam-macam. Bisa dari rumah, risiko kerjaan bisa, kita tidak bisa menduga-duga. Nanti tracing-nya biarkan teman-teman Dinas Kesehatan yang melakukan karena punya porsi masing-masing. Kalau kami dugaan kena dari mana masih terlalu luas," ujarnya.

Dewa mengatakan, secara keilmuan, ibu hamil memang lebih rentan terpapar corona. Untuk itu, secara pekerjaan, meski baru dua tahun menjadi perawat di rumah sakit tersebut, ia tidak bekerja di area pasien Corona.

"Yang kami tahu dia sedang hamil. Tapi secara keilmuan memang orang hamil lebih rentan (terpapar Corona). Informasi dari SDM, baru. Baru 2 tahun (bekerja sebagai perawat)," tutupnya. [fik]

Baca juga:
Pemerintah Sebut Kasus Baru Covid-19 bisa Dikendalikan Jika Tracing Lebih Agresif
Pemerintah: Masyarakat Sudah Banyak Berubah, Mulai Sadar Pola Hidup Bersih
DPR Dukung BPOM Lakukan Penyederhanaan Izin Obat-obatan dalam Penanganan Covid-19
Skenario Pemerintah Masuki Kondisi Normal Baru Pasca Pandemi Corona
Pemerintah Tidak akan Longgarkan PSBB, Tapi Pengurangan Pembatasan
Per 18 Mei 2020, Total ada 45.047 ODP dan PDP 11.422 Pasien di Indonesia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini