Diduga Putus Asa karena Penyakit, Napi Lapas Lubuk Pakam Bunuh Diri
Merdeka.com - Seorang narapidana yang mendekam di Lapas Kelas II Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumut, Adil Tarigan (58) ditemukan tak bernyawa di sel pengasingan, Rabu (22/7) dinihari. Pria yang menjalani hukuman dalam perkara pencabulan terhadap anak ini diduga bunuh diri karena tidak tahan dengan penyakitnya.
"Kejadiannya diketahui tadi jam 03.00 Wib. Saat itu petugas jaga yang melakukan kontrol melihat si napi gantung diri di ventilasi pintu kamarnya," kata Humas Lapas Lubuk Pakam, RF Sianturi.
Saat ditemukan, Adil tergantung dengan leher terikat kain putih. Tidak ditemukan bekas penganiayaan pada tubuhnya.
Adil selama ini memang dirawat di ruang pengasingan Dahlia 2, karena dia mengidap kanker lidah. Ruangan itu khusus untuk narapidana yang memiliki penyakit.
Sebelumnya, pihak Lapas sudah pernah merujuk Adil ke RS Mitra Sejati Medan. Dari rumah sakit itu, dia dirujuk lagi ke RSUP H Adam Malik Medan. Adil harus menjalani kemoterapi.
Narapidana dengan masa hukuman 10 tahun penjara dan terigistrasi sejak 2019 ini sempat menolak saat akan menjalani kemoterapi pada Kamis (19/7).
"Kita duga dia mengakhiri hidupnya karena penyakit ini, karena waktu mau kemoterapi dia tidak mau kemoterapi. 'Aku mau mati aja', dia pasrah saja, katanya. Cuma kan nggak mungkin kita ikuti seperti itu, kita ikuti apa kata dokternya," sebut RF Sianturi.
Jasad warga Desa Desa Salang Tungkir, Namorambe, Deli Serdang, Sumut ini telah diserahkan kepada pihak keluarga. "Jam 07.00 Wib tadi kita serah terima. Kita sarankan untuk diautopsi, keluarga tidak setuju. Mereka menolak dan ada surat pernyataannya," tutup RF Sianturi. (mdk/ded)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya