Diduga Kelelahan, Petugas KPPS di Lahat Melahirkan Prematur dan Bayinya Meninggal

Jumat, 26 April 2019 18:09 Reporter : Irwanto
Diduga Kelelahan, Petugas KPPS di Lahat Melahirkan Prematur dan Bayinya Meninggal Ilustrasi Mayat. Ilustrasi shutterstock

Merdeka.com - 12 petugas Pemilu meninggal dunia akibat kelelahan usai pencoblosan di Sumatera Selatan. Nasib tragis juga dialami seorang anggota KPPS, yang harus melahirkan secara prematur dan bayinya tak dapat diselamatkan.

Dia adalah Suliyani (40), anggota KPPS TPS 01 Desa Lubuk Atung, Kecamatan Pseksu, Lahat, Sumatera Selatan. Peristiwa itu bermula saat Suliyani mengalami gejala maag dan darah tinggi usai menjalankan tugasnya, Kamis (18/4).

Dia pun dilarikan ke RSUD Lahat. Lantaran membahayakan janin dalam kandungan berusia 7,5 bulan, dokter menyarankan agar dilakukan operasi cesar.

Namun, Suliyani menolak dan memilih pulang ke rumah setelah opname empat hari, Senin (22/4). Keesokan harinya, Suliyani justru merasakan sakit di bagian perut dan kembali dirujuk ke rumah sakit.

Sehari kemudian, Suliyani menjalani persalinan normal bayi perempuan dengan berat 1.400 gram dan panjang 15 sentimeter. Karena prematur, anak keenam Suliyani itu dirawat di inkubator, namun nyawanya tak tertolong lagi dalam perawatan, Jumat (26/4) siang.

Ketua KPU Lahat Nana Priana mengaku turut berbelasungkawa atas kejadian itu. Pihaknya telah membesuk petugas Pemilu tersebut untuk memberikan semangat agar tidak larut dalam kesedihan.

"Bagaimanapun kondisinya, ibu Suliyani tetap menjalankan tugas dengan baik. Dedikasi beliau terukir dalam sejarah demokrasi, kami apresiasi sekaligus menyampaikan belasungkawa," kata Nana. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini